Posted by admin on 29th May 2006
Di dunia yang sudah sedemikian kompetitif ini, sayangnya masih banyak orang yang enggan raih prestasi dan performa tinggi. Kebanyakan karena harga yang dibayar emang ndak murah. Tapi emang ada ta sukses yang bisa diraih dengan harga murah. Butuh beberapa tahun untuk bisa mencapai tingkatan ahli; computer programming, public speaking, olahraga, menyanyi, apapun lah. Tapi toh ternyata tidak banyak orang yang bersedia membayar harga itu. Lebih banyak orang yang harapkan hasil cepat.
Ketimbang melejitkan diri mereka ke atas, mereka malah sungkurkan orang lain. Alih2 ciptakan kemajuan, mereka malah sibuk melakukan blaming dan making excuse. Mereka merasionalkan dan lakukan pembenaran atas performa buruk mereka. Sembari melakukan itu, mereka juga mendakwa kesuksesan orang lain sebagai nasib baik dan keberuntungan, sedangkan mereka apes. Semoga kita tidak tergolong salah satu di antara mereka.
Menyalahkan dan mencari-cari alasan memang gampang. Tapi sulitnya pasti akan kita rasakan belakangan. Berdisiplin menempa kompetensi memang susah, tapi jauh lebih menyusahkan jadi pecundang berkepanjangan.
Posted in Pengalaman | 1 Comment »
Posted by admin on 20th May 2006
Ada yang pergi ke gym ndak? Entah di plaza marina, atlas, celeb, atau -yang paling murah- Mayura. Di sana kan kita ngelatih otot. Pasti deh yang diangkat tu barbel alih2 krupuk. Tapi kenapa kok yang diangkat beban, coba? Pasti krn kita kepengen tangan kita alami some tension utk menantang otot2 kita kan. Tekanan emg mbikin otot kita tumbuh berkembang. Dia nggak akan tumbuh klo yang diangkat krupuk atau kapuk.
Otak kita, otot pikiran kita, itu juga sama, harus dilatih. Masa kita lebih pengen otot pikiran kita males, lemot dan gembrot. Masa otot pikiran kita disuruh mikir masalah seringan krupuk.
Dan inget waktu kita masih sekolah. Kecenderungannya kan kita (saya) berusaha utk lakukan tugas ato PR sesedikit mungkin, secepat mungkin, sehingga kita (saya) bisa bersenang2 lakukan aktivitas lain. Iya kan? Saya nuduh nih.
Padahal otot pikiran tu sama spt otot tubuh kita, perlu dilatih dengan tantangan gede. Klo nggak, jadinya lelet, tumpul dan gendut. Nulis gini, krn habis dari gym nih, biar ndak dibilang Mr.Chubby lg ama temen2 :(. Tapi ya gitu, I’d have to admit, kadang ke gym cmn buat relaksasi mandi air panas doang :p.
Posted in Pengalaman | No Comments »
Posted by admin on 19th May 2006
Saya dulu tu pernah kejebak dalam situasi di mana saya harus mengambil keputusan krusial dengan segera. Ini terjadi di akhir masa jabatan saya sebagai ketua hima T.Informatika ITS. Waktu itu saya bener2 lakukan serentetan sikap konyol yang akhirnya berbuntut pada kepelikan lebih besar. Ruwet wis poko’e. Saya sendiri akhirnya butuh beberapa bulan untuk bisa pulih dari kegetiran pengalaman itu. Fiuh….
Namun saya bersikeras meyakini bahwa dalam setiap kepelikan atau kemunduran pasti terdapat bibit pembelajaran atau keuntungan yang sepadan atau bahkan lebih besar dari tingkat kepelikan itu sendiri. Gara2 mbaca buku nih :p. Tapi ya jujur aja, ndak gampang mempertahankan keyakinan semacam itu.
Tapi emang benar deh, makin besar, rumit dan mbulet masalahnya, saya justru bisa belajar lebih banyak -pada akhirnya, cepat atau lambat :p. Beberapa minggu setelah kejadian yang saya ceritakan di atas terjadi, saya jadi ngerti bagaimana membangun nyali yang solid, bagaimana membuat orang lain mandeg berpikir ketika bernegosiasi, bagaimana membelokkan issue, bagaimana menyetting forum, bagaimana membangun konflik terkendali, dan masih banyak lagi yang lain. Banyak poko’e.
Tentu saja, apakah kita menganggap pengalaman memalukan kita sebagai pembelajaran atau pengalaman sampah, itu akan menjadi sama-sama benarnya. Terserah kita memutuskan untuk memilih yang mana.
Posted in Pengalaman | No Comments »
Posted by admin on 16th May 2006
Klo marah, siapapun juga bisa. Yang susah tu adl marah kepada orang yg tepat, dg alasan yg tepat, di saat yg tepat, dan dg cara yg tepat. Sepertinya Aristoteles yg bilang spt itu. Apapun, kita marah tu klo ada value, nilai atau aturan pribadi yg dilanggar oleh orang lain atau diri sendiri. Posting ini ditulis waktu saya lagi marah nih.
Posted in Pengalaman | No Comments »
Posted by admin on 15th May 2006
Saya merasakan betul betapa tidak fokusnya diri ini ketika menjabat sebagai Sekjen BEM ITS dan Direktur Eksekutif Unit Kegiatan Mahasiwa Entrepreneur ITS secara bersamaan. Berantakan & memalukan sekali performa kerja saya waktu itu.
Padahal kan, Kemampuan kita untuk berfokus secara jelas pada prioritas tertinggi kita -dari semisal amanah, tanggung jawab atau impian- dan untuk berkonsentrasi secara tunggal padanya hingga rampung, akan menentukan kuantitas & kualitas pencapaian kita.
Saya bersyukur Tuhan memberi saya spiritualitas yang (semoga) terberkahi, pendidikan yang cukup, akal yang luar biasa, serta segala sumber daya yang melingkupi diri saya. Tapi saya khawatir saya akan dikalahkan oleh orang-orang yang kurang beruntung ketimbang diri saya, yang mana dia mendisiplinkan dirinya untuk terus berfokus dan berkonsentrasi pada prioritas tertingginya setiap hari dalam kehidupannya.
Kemampuan untuk memasang prioritas yang jelas ini sangatlah penting. Upaya sia-sia dan prestasi di bawah rata-rata sesungguhnya muncul dari salah menempatkan atau mengarahkan prioritas. Sementara sukses datang dari kemampuan untuk memilih prioritas secara cerdas dan kemudian tetap konsisten padanya hingga tercapainya kriteria sasaran yang kita targetkan.
Hangatnya sinar matahari akan berubah menjadi sedemikian membara ketika dikumpulkan melalui lensa ke satu titik fokus. Sinar laser bekerja dengan cara serupa.
Posted in Pengalaman | No Comments »
Posted by admin on 11th May 2006
Kapan hari tu saya sempet menegur salah seorang sobat dari tempat kerja. Saya bilang, “Ngerti ga, you are not being yourself”. Saya bilang gitu karena si sobat saya tu keliatan lagi gupuh banget ama kerjaannya, yang diberikan scr mendadak & beyond her wildest expectation. Dan rasa gupuhnya tu mbikin dia bego and not being herself. Rasa gupuh emang seperti itu kan, mbikin kompetensi jadi tumpul.
Nasehat yang sewajarnya datang bisa jadi adalah, “C’mon, be yourself! Dan keluarin semua apa yang kamu punya. Seperti biasanya lah”. Kita sudah biasa mendengar seperti itu.
Tapi tampaknya perkataan itu tidaklah cukup untuk menjadikan seseorang unggul. Karena kita haruslah Melebihi Diri Sendiri. Jadi mestinya saya harus bilang gimana coba? ^_^
Posted in Pengalaman | No Comments »