Posted by admin on 13th August 2006
Jika Anda terlibat di usaha start-up spt saya, tau sendiri deh. Biarpun udah bagi2 peran, tapi masih banyak proyek dan urusan2 yang kudu ditangani sendiri. Yang satu belum selesai, kerjaan lain udah nunggu diselesein. Meminjam istilah teman, kayak lagi renang aja, tangan kaki gerak mulu :mrgreen:. Konsep “konsentrasi layaknya garis lurus tanpa adanya distraksi dan intervensi hingga 100% penyelesaian” terasa salah dan non-feasible bagi saya, mungkin juga bagi Anda. Lha wong gimana, kerjaannya emg banyak kan. Iya nggak, sih?
Hal terpenting dr pengerjaan multitasking adl penentuan apa2 yang emg kudu dikerjakan. Hukum pareto, meskipun saya bisa pahami & -klo ndak lupa- terapkan dlm konteks pembuatan & pemasaran produk, tp dlm konteks penyelesaian task harian, saya blum bisa terapkan tuh. Nilai dari 80 persen aktivitas akan terkandung dalam 20 persen aktivitas dlm daftar. Saya ndak paham, klo semuanya emg udah layak dikerjakan, lantas pareto ini buat apa?
Post ini telah dimigrasikan ke AkhmadGuntar dot com
Silahkan klik link berikut untuk terus membaca :
Me, On Dealing with Multitasking
Posted in Bisnis, Hikmah, Pengalaman | 20 Comments »
Posted by admin on 21st July 2006
Otak kita menggunakan mekanisme laci dalam menyimpan segala pengalaman; ada laci pengalaman sukses, laci pengalaman biasa, dan laci pengalaman gagal.

Dari pengalaman pribadi, saya temukan bahwa orang2 akan tumbuh dg rasa percaya diri yang amat besar bila mereka memiliki banyak simpanan di laci A. Mereka ndak minder & berani lantang berbicara klo ketemu ma orang2 hebat, krn mereka jg merasa punya pengalaman2 hebat.
Sebaliknya, orang dg banyak pengalaman di laci C akan jadi pribadi yang cenderung pasif & penuh keminderan. Laci terbawah ini biasanya berisi pengalaman2 gagal, dipermalukan, dikhianati, difitnah, hingga pengalaman2 traumatis. Menariknya, bukankah ini semua adl perkara persepsi & pilihan. Artinya, ndak ada yg bisa memasukkan semua pengalaman ke laci C kecuali klo kita mempersepsikan & mengijinkannya utk itu.
Sementara itu, orang2 dg banyak simpanan di laci B biasanya tumbuh jadi seorang yang peragu dalam hadapi & ambil tantangan serta pencapaian2 baru. Karena dia ndak punya referensi pendukung dari masa lalunya. Dan orang spt ini biasanya adl orang2 yang miskin aktivitas & pengalaman gagal maupun sukses, atau sekedar dia tidak menganggap penting pengalaman2 baiknya.
Post ini telah dimigrasikan ke AkhmadGuntar dot com
Silahkan klik link berikut untuk terus membaca :
Laci Percaya Diri
Posted in Hikmah, Pengalaman | 6 Comments »
Posted by admin on 26th June 2006

Banyak orang tak henti-hentinya mengeluh tentang luar biasa berat & susahnya kehidupan mereka. Kebanyakan bahkan enggan mengakui kenyataan bahwa kehidupan ini sebenernya emg ga gampang. Seolah-olah kehidupan ini seharusnya gampang.
Nyatanya, kita tau sendiri kan; hidup ini emang ndak bisa digampangin. Tapi asal aja kita tahu kaidah2 universal dari kehidupan, maka kita tinggal menjalaninya dg patuhi kaidah2 itu.
Post ini telah dimigrasikan ke AkhmadGuntar dot com
Silahkan klik link berikut untuk terus membaca :
Kaidah Universal Mengejek Kesuksesan Instan
Posted in Hikmah | 3 Comments »
Posted by admin on 23rd June 2006

Anda mestinya sepakat; hidup ini rasanya kurang greng klo nggak diisi ama berbagai pencapaian indah.
Sedangkan tingginya pencapaian kita ternyata sebanding ama kualitas dan kuantitas pengetahuan & gagasan yang mampu kita olah & hasilkan. Itulah yg menjadikan kita makin cerdas dan perkasa dlm kondisikan suasana dan bekuk tantangan yg ada.
Read the rest of this entry »
Posted in Hikmah | 7 Comments »
Posted by admin on 20th June 2006
Dalam ilmu pengembangan diri, penetapan tujuan beserta strategi untuk mencapainya adalah suatu kelaziman. Kejelasan dari apa yang kita impikan dan langkah praktis untuk menuju ke sana menjadi semacam blue print bagi skenario pembelajaran diri kita. Lebih jauh lagi, kejelasan impian itu memberikan pedoman untuk menentukan prioritas serta ketegasan untuk berkata “IYA” ataupun “TIDAK” secara bijak atas berbagai pilihan dalam hidup.
Namun saya melihat bahwa ternyata cukup banyak juga orang penting di dunia bisnis yang tidak membuat deskripsi impian dan skenario untuk mencapainya semenjak dini di usia kehidupan mereka. Sebut saja semisal pribadi yang dinobatkan sebagai pemimpin bisnis terbaik 2005 oleh Business Week; pemilik teknologi iPod, Steve Jobs, CEO dari Apple Computer dan Pixar Animation Studio.
Post ini telah dimigrasikan ke AkhmadGuntar dot com
Silahkan klik link berikut untuk terus membaca :
Menelusuri Pengalaman: Membaca Jejak Kompetensi
Posted in Hikmah | 2 Comments »
Posted by admin on 15th June 2006

Menjadi orang yang dibenci memang kudu dihindari. Kita butuh sesuatu dalam diri kita yang menjadikan orang memberi harga mahal. Membuat kita dicari2 dan dibelani. Bagaimana caranya?
Read the rest of this entry »
Posted in Hikmah | 3 Comments »
Posted by admin on 4th June 2006
Salah satu hal menarik yang dimiliki oleh orang2 hebat adalah bahwa mereka memposisikan diri sebagai "perantara" bagi kebaikan. Mereka memang membuat produk atau hikmah terbaik dalam jumlah besar, tapi tidak selalu mereka yang menciptakan itu semua. Mereka bisa jadi hanya berperan sebagai jalan dan perantara. Sehingga mereka selalu terbuka untuk hikmah dan kebaikan yang memang patut untuk dibagikan.
Ketenaran memang membuka potensi besar untuk menarik perhatian khalayak. Gagasan atau kebaikan yang persis sama akan menimbulkan efek yang berbeda jika yang melakukan adalah orang biasa atau Aa' Gym.
Ketenaran memang penting, sebagai jalan untuk menebar kebaikan yang menghunjam.
Posted in Hikmah | No Comments »
Posted by admin on 29th May 2006
Entah di kehidupan sosial ataupun bisnis, coba kita sama-sama perhatikan reputasi kita dari bagaimana orang lain berpikir dan berkata tentang diri kita ketika kita tidak sedang bersamanya.
Aset dari tempat kita bekerja bisa macam-macam, bisa laptop, PDA phone, komputer server, mobil, gedung atau apalah. Tapi aset terpenting yang harus dimiliki adalah aset REPUTASI. Reputasi inilah yang akan membentuk bagaimana sebuah kepercayaan bisnis dibangun. Reputasi juga akan menjadi brand kita: tentang bagaimana kita dipandang, dicitrakan dan dipersepsikan oleh orang-orang yang dengannya atau untuknya kita bekerja. Dan tentu para relasi & pelanggan akan mempertimbangkan reputasi kita sebagai dasar untuk menjalin kerja sama.
Reputasi yang bagus tidak hanya akan meningkatkan nilai diri kita, namun juga nilai dari apa-apa yang kita hasilkan. Sehingga untuk melengkapinya, maka perlulah kita berkemampuan untuk secara konsisten menciptakan hasil tepat seperti yang diharapkan atas diri kita.
Posted in Hikmah | No Comments »
Posted by admin on 22nd May 2006
Orang sukses mengajukan pertanyaan yang lebih bagus ketimbang orang kebanyakan. Sebagai hasilnya, mereka mendapatkan jawaban lebih berkualitas. Mereka mendapatkan jawaban yang memperkuat mereka untuk mengetahui dengan jelas apa yang perlu dilakukan dalam situasi apapun untuk mencapai hasil yang mereka inginkan.
Pertanyaan yang berkualitas menciptakan kehidupan yang juga berkualitas.
Pernah liat orang punya komputer tapi nggak bisa menggunakannya? Jika ingin mengambil file2 berharga di komputer, kita harus mengetahui cara untuk mendapatkan data itu dengan perintah dan pertanyaan yang tepat.
Sama juga. Kalo pertanyaan kita payah, maka jawaban yang kita terima juga payah. Komputer mental kita selalu ada untuk melayani kita. Pertanyaan apapun yang diajukan, maka pasti akan ada sebuah jawaban yang diberikan. Meskipun itu harus dibuat-buat!!
Dan pembentuk kesuksesan kita bukanlah hanya pertanyaan yang kita ajukan, melainkan juga pertanyaan2 yang gagal kita tanyakan. Jadi kecermatan memang dibutuhkan.
Posted in Hikmah | 4 Comments »
Posted by admin on 19th May 2006
Kita perlu tau beda antar ketiganya, biar bisa dg tegas membaca posisi kita dan orang lain utk kemudian menindaklanjutinya dg bijak.
Tentunya kita udah tau sama2 apa itu egois; perilaku pemenuhan kebutuhan & hak diri yg melanggar hak orang lain. Ada yg terdzolimi di sini.
Sementara itu, Asertif adl sikap egois -ngurusi urusan diri- yg TIDAK merugikan atau melanggar hak atau personal boundary orang lain. Jika saya pengen dengerin theme The Last Samurai keras2 pd jam kerja misal, itu boleh kan, itu hak saya. Tapi pake headphone dong, biar ndak ngganggu hak orang lain. Kecuali orang lain ndak keberatan. Letak asertivitas adl pd nyali & keberanian kita memenuhi hak & kebutuhan Pribadi kita. Tapi syarat utamanya, NDAK BOLEH ada yg terdzolimi.
Nah, klo martir, itu adalah sikap pasif dan sungkan yg keterlaluan. Kaki keinjek ndak mau protes krn sungkan, malu atau malah takut. Kebelet pipis waktu maen di rumah temen, tp ndak mau pinjem kamar kecil krn malu. Kacian deh.
So… Jangan keliru menamai kondisi ya…dan jangan keliru memilih sikap 
Posted in Hikmah | No Comments »