<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	>
<channel>
	<title>Comments on: Memulai Bisnis dg Hobi</title>
	<atom:link href="http://bintangtauladan.com/2007/05/31/memulai-bisnis-dg-hobi/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://bintangtauladan.com/2007/05/31/memulai-bisnis-dg-hobi/</link>
	<description></description>
	<pubDate>Sat, 13 Mar 2010 23:16:31 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.5.1</generator>
		<item>
		<title>By: aldi</title>
		<link>http://bintangtauladan.com/2007/05/31/memulai-bisnis-dg-hobi/#comment-595</link>
		<dc:creator>aldi</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 02 May 2008 20:58:29 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://bintangtauladan.com/2007/05/31/memulai-bisnis-dg-hobi/#comment-595</guid>
		<description>Saya setuju sekali dengan pemikiran dari teman2 semua. Menurut saya, jawaban dari mengapa tidak ada orang/mahasiswa TI yang berpikiran untuk berbisnis software adalah banyak sekali mahasiswa TI yang tidak menguasai teknik pemrograman.

Bukan sepenuhnya salah mereka. Saya sendiri sebagai seorang siswa TI terpaksa mempelajari sendiri bahasa2 pemrograman di rumah karena di tempat kuliah kurikulum yang ada terlalu banyak (dipaksakan). Mata kuliah2 yang menurut saya tidak/kurang berguna bagi kehidupan juga ikut diajarkan.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Saya setuju sekali dengan pemikiran dari teman2 semua. Menurut saya, jawaban dari mengapa tidak ada orang/mahasiswa TI yang berpikiran untuk berbisnis software adalah banyak sekali mahasiswa TI yang tidak menguasai teknik pemrograman.</p>
<p>Bukan sepenuhnya salah mereka. Saya sendiri sebagai seorang siswa TI terpaksa mempelajari sendiri bahasa2 pemrograman di rumah karena di tempat kuliah kurikulum yang ada terlalu banyak (dipaksakan). Mata kuliah2 yang menurut saya tidak/kurang berguna bagi kehidupan juga ikut diajarkan.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: ghosty</title>
		<link>http://bintangtauladan.com/2007/05/31/memulai-bisnis-dg-hobi/#comment-594</link>
		<dc:creator>ghosty</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 31 Dec 2007 06:43:57 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://bintangtauladan.com/2007/05/31/memulai-bisnis-dg-hobi/#comment-594</guid>
		<description>wah mas, artikelmu bagus banget. akhirnya aku menemukanmu setelah sekian lama kita ga kontak-2 lagi.
sukses terus ya mas. semoga Allah memberimu kesehatan, biar bisa menginspirasi lebih banyak lagi orang-2 di dunia ini.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>wah mas, artikelmu bagus banget. akhirnya aku menemukanmu setelah sekian lama kita ga kontak-2 lagi.<br />
sukses terus ya mas. semoga Allah memberimu kesehatan, biar bisa menginspirasi lebih banyak lagi orang-2 di dunia ini.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: benbego</title>
		<link>http://bintangtauladan.com/2007/05/31/memulai-bisnis-dg-hobi/#comment-593</link>
		<dc:creator>benbego</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 03 Nov 2007 05:10:13 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://bintangtauladan.com/2007/05/31/memulai-bisnis-dg-hobi/#comment-593</guid>
		<description>kok ngga diupdate lagi sih mas nakula? tambah infonya donk! :D</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>kok ngga diupdate lagi sih mas nakula? tambah infonya donk! <img src='http://bintangtauladan.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: dika</title>
		<link>http://bintangtauladan.com/2007/05/31/memulai-bisnis-dg-hobi/#comment-592</link>
		<dc:creator>dika</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 26 Aug 2007 20:50:56 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://bintangtauladan.com/2007/05/31/memulai-bisnis-dg-hobi/#comment-592</guid>
		<description>good idea here ;-)

kapan2 klo ada workshop gitu lagi, boleh kabar2 dunks! atw boleh gak minta materi workshop-nya? *sedang belajar menjadi wiraswasta, hehe, makasi banyaks! :D</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>good idea here <img src='http://bintangtauladan.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=';-)' class='wp-smiley' /><br />
kapan2 klo ada workshop gitu lagi, boleh kabar2 dunks! atw boleh gak minta materi workshop-nya? *sedang belajar menjadi wiraswasta, hehe, makasi banyaks! <img src='http://bintangtauladan.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: andi bagus</title>
		<link>http://bintangtauladan.com/2007/05/31/memulai-bisnis-dg-hobi/#comment-591</link>
		<dc:creator>andi bagus</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 21 Aug 2007 11:17:25 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://bintangtauladan.com/2007/05/31/memulai-bisnis-dg-hobi/#comment-591</guid>
		<description>wah cempluk ikut loh techopreneur, tapi hari kedua gak ikut..karena temen2 2005 ikut lomba kotex dan masuk 5 besar, jadi angkatan 2005 kebanyakan jadi suporter lomba..

salam perjuangan,

cempluk</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>wah cempluk ikut loh techopreneur, tapi hari kedua gak ikut..karena temen2 2005 ikut lomba kotex dan masuk 5 besar, jadi angkatan 2005 kebanyakan jadi suporter lomba..</p>
<p>salam perjuangan,</p>
<p>cempluk</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Seger Hasani</title>
		<link>http://bintangtauladan.com/2007/05/31/memulai-bisnis-dg-hobi/#comment-584</link>
		<dc:creator>Seger Hasani</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 07 Aug 2007 05:01:28 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://bintangtauladan.com/2007/05/31/memulai-bisnis-dg-hobi/#comment-584</guid>
		<description>Dalam menunjukkan kedigdayaannya, informatika harus dipertemukan dengan berbagai ragam keilmuan, bahkan ’sekedar’ untuk memastikan solusi ybs bener2 menyelesaikan persoalan dan lalu memastikannya terjual. Akhirnya byk anak informatika yang berpikir mereka skdr programmer, bukan technopreneur.

Setuju sekali.... pas sekali dengan pemikiran saya.

Akan tetapi sekedar pemikiran tidak bisa menyelesaikan masalah. Untuk itu saya dan bbrp temen saat ini sdh merintis kelompok studi anak negeri. Di kelompok studi ini kita akan mencoba membentuk kelompok belajar lintas bidang. Dan disini tidak ada strata antara mahasiswa, dosen, atau praktisi. Jurusan IT maupun non IT.

Saya mengundang teman-teman yang memiliki visi yang sama untuk bergabung. Akan tetapi rilis web resmi kami publish tanggal 17 Agustus, jadi saat ini mohon bersabar dulu.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Dalam menunjukkan kedigdayaannya, informatika harus dipertemukan dengan berbagai ragam keilmuan, bahkan ’sekedar’ untuk memastikan solusi ybs bener2 menyelesaikan persoalan dan lalu memastikannya terjual. Akhirnya byk anak informatika yang berpikir mereka skdr programmer, bukan technopreneur.</p>
<p>Setuju sekali&#8230;. pas sekali dengan pemikiran saya.</p>
<p>Akan tetapi sekedar pemikiran tidak bisa menyelesaikan masalah. Untuk itu saya dan bbrp temen saat ini sdh merintis kelompok studi anak negeri. Di kelompok studi ini kita akan mencoba membentuk kelompok belajar lintas bidang. Dan disini tidak ada strata antara mahasiswa, dosen, atau praktisi. Jurusan IT maupun non IT.</p>
<p>Saya mengundang teman-teman yang memiliki visi yang sama untuk bergabung. Akan tetapi rilis web resmi kami publish tanggal 17 Agustus, jadi saat ini mohon bersabar dulu.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: fahmi</title>
		<link>http://bintangtauladan.com/2007/05/31/memulai-bisnis-dg-hobi/#comment-582</link>
		<dc:creator>fahmi</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 05 Jul 2007 03:11:32 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://bintangtauladan.com/2007/05/31/memulai-bisnis-dg-hobi/#comment-582</guid>
		<description>Salam mas Gun,
wah ini pertama kali saya nulis di sini.

Sekedar sharing, ternyata orang zaman ekonomi "berburu dan mengumpulkan" dahulu kala, tidak perbedaan kerja dan hobi -mungkin karena dulu belum kenal istilah hobi ya :) hobi/kerja adalah berburu binatang, dan hasilnya dinikmati bersama keluarga besar mereka.  mereka hanya "kerja" tidak lebih dari 3 jam sehari.

Zaman kita sekarang sangat sulit menemukan atau menerapkan kerja bagian dari hobi. Tantangannya adalah bagaimana kerja kita bagian dari hobi atau mudahnya menjadikan kerja kita saat ini menjadi hobi. Trims mas.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Salam mas Gun,<br />
wah ini pertama kali saya nulis di sini.</p>
<p>Sekedar sharing, ternyata orang zaman ekonomi &#8220;berburu dan mengumpulkan&#8221; dahulu kala, tidak perbedaan kerja dan hobi -mungkin karena dulu belum kenal istilah hobi ya <img src='http://bintangtauladan.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> hobi/kerja adalah berburu binatang, dan hasilnya dinikmati bersama keluarga besar mereka.  mereka hanya &#8220;kerja&#8221; tidak lebih dari 3 jam sehari.</p>
<p>Zaman kita sekarang sangat sulit menemukan atau menerapkan kerja bagian dari hobi. Tantangannya adalah bagaimana kerja kita bagian dari hobi atau mudahnya menjadikan kerja kita saat ini menjadi hobi. Trims mas.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Guntar</title>
		<link>http://bintangtauladan.com/2007/05/31/memulai-bisnis-dg-hobi/#comment-590</link>
		<dc:creator>Guntar</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 28 Jun 2007 11:16:50 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://bintangtauladan.com/2007/05/31/memulai-bisnis-dg-hobi/#comment-590</guid>
		<description>Sdr Rinne, klo saya pikir, baik S1 atau Diploma sama saja; pembekalan ilmu bisnis kontekstualnya amat minim dan tidak mencukupi :roll: Saya memilih untuk sepakat dg gagasan cemerlang dari pak Daniel Rosyid, ketua Dewan Pendidikan Jatim dalam &lt;a href="http://dmrosyid.wordpress.com/2007/06/11/reposisi-ptbhmn-model-bisnis-berbasis-csr/" rel="nofollow"&gt;salah satu tulisan beliau&lt;/a&gt;. Kampus hendaknya punya dua arahan jalur pendidikan: entrepreneur dan professional (termasuk dosen dan ilmuwan/peneliti).

Saat ini jumlah pengangguran di Indonesia sudah mencapai 45,2 juta. Dari jumlah tersebut, sekitar 2.650.000 orang penganggur terdidik lulusan perguruan tinggi. Mengapa bisa demikian? Karena kita punya banyak orang pintar, tapi kurang bisa berbisnis.

Terima kasih sudah berbagi, sdr Rinne. Saya berharap Ubaya bisa menjadi contoh bagi kampus2 yg lain :-)</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Sdr Rinne, klo saya pikir, baik S1 atau Diploma sama saja; pembekalan ilmu bisnis kontekstualnya amat minim dan tidak mencukupi <img src='http://bintangtauladan.com/wp-includes/images/smilies/icon_rolleyes.gif' alt=':roll:' class='wp-smiley' /> Saya memilih untuk sepakat dg gagasan cemerlang dari pak Daniel Rosyid, ketua Dewan Pendidikan Jatim dalam <a href="http://dmrosyid.wordpress.com/2007/06/11/reposisi-ptbhmn-model-bisnis-berbasis-csr/" rel="nofollow">salah satu tulisan beliau</a>. Kampus hendaknya punya dua arahan jalur pendidikan: entrepreneur dan professional (termasuk dosen dan ilmuwan/peneliti).</p>
<p>Saat ini jumlah pengangguran di Indonesia sudah mencapai 45,2 juta. Dari jumlah tersebut, sekitar 2.650.000 orang penganggur terdidik lulusan perguruan tinggi. Mengapa bisa demikian? Karena kita punya banyak orang pintar, tapi kurang bisa berbisnis.</p>
<p>Terima kasih sudah berbagi, sdr Rinne. Saya berharap Ubaya bisa menjadi contoh bagi kampus2 yg lain <img src='http://bintangtauladan.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':-)' class='wp-smiley' /></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: rinne</title>
		<link>http://bintangtauladan.com/2007/05/31/memulai-bisnis-dg-hobi/#comment-589</link>
		<dc:creator>rinne</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 28 Jun 2007 03:03:07 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://bintangtauladan.com/2007/05/31/memulai-bisnis-dg-hobi/#comment-589</guid>
		<description>mengutip kalimat mas guntar :
"Dan amat disayangkan bhw kewirausahaan memang tidak diajarkan scr kontekstual di kampus. Di kampus, kebanyakan riset2 ilmiah, penugasan2 hingga judul skripsi lebih diarahakn untuk intellectual atau academic exercise. Artinya, amat sedikit (mo bilang ngga ada ya gimana gitu) karya2 yang bener2 relevan dg kbutuhan masyarakat atau dibangun dg paradigma bisnis."

menurut saya, jika memang program studi yang diambil adalah S1, maka kampus tidak bisa disalahkan karena lebih mengarahakn untuk intellectual atau academic exercise. setau saya S1 memang diarakan untuk pengembangan ilmu pengetahuan. amat disayangkan jika ilmu yang telah mereka pelajari selama 4 tahun, yang mestinya bisa lebih digali dan dikembangkan tapi ternyata sama sekali tidak terpakai. malah mereka ambil profesi lain yang sebenernya bisa di geluti bahkan oleh lulusan SMA. kalo tujuannya adalah aplikasi bisnis, knapa nggak ambil D1 ato D3 yang memang diarahkan untuk bekerja, bisnis,dll... mereka tidak kalah dengan lulusan S1 dalam hal pekerjaan. jadi mungkin sebaiknya siswa SMA, memikirkan baik2 kemana tujuannya sebelum masuk kuliah.. jangan sampe salah jurusan. kan jadi mubadzir =)</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>mengutip kalimat mas guntar :<br />
&#8220;Dan amat disayangkan bhw kewirausahaan memang tidak diajarkan scr kontekstual di kampus. Di kampus, kebanyakan riset2 ilmiah, penugasan2 hingga judul skripsi lebih diarahakn untuk intellectual atau academic exercise. Artinya, amat sedikit (mo bilang ngga ada ya gimana gitu) karya2 yang bener2 relevan dg kbutuhan masyarakat atau dibangun dg paradigma bisnis.&#8221;</p>
<p>menurut saya, jika memang program studi yang diambil adalah S1, maka kampus tidak bisa disalahkan karena lebih mengarahakn untuk intellectual atau academic exercise. setau saya S1 memang diarakan untuk pengembangan ilmu pengetahuan. amat disayangkan jika ilmu yang telah mereka pelajari selama 4 tahun, yang mestinya bisa lebih digali dan dikembangkan tapi ternyata sama sekali tidak terpakai. malah mereka ambil profesi lain yang sebenernya bisa di geluti bahkan oleh lulusan SMA. kalo tujuannya adalah aplikasi bisnis, knapa nggak ambil D1 ato D3 yang memang diarahkan untuk bekerja, bisnis,dll&#8230; mereka tidak kalah dengan lulusan S1 dalam hal pekerjaan. jadi mungkin sebaiknya siswa SMA, memikirkan baik2 kemana tujuannya sebelum masuk kuliah.. jangan sampe salah jurusan. kan jadi mubadzir =)</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Guntar</title>
		<link>http://bintangtauladan.com/2007/05/31/memulai-bisnis-dg-hobi/#comment-588</link>
		<dc:creator>Guntar</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 25 Jun 2007 04:03:53 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://bintangtauladan.com/2007/05/31/memulai-bisnis-dg-hobi/#comment-588</guid>
		<description>&lt;strong&gt;Mas Nakula,&lt;/strong&gt;
Memang seseorang yang berhobi tidak lantas punya kemampuan untuk melihat peluang, memasarkan hingga mengelola bisnisnya. Bener sampean, Mas Nakula: hobi itu sekedar awalan. Hobi yang tidak dibarengi dg kompetensi tentu saja akan berakhir berantakan :-)

Oiya, &lt;strong&gt;Bank Al&lt;/strong&gt;, tentang klo seseorang punya hobi tidur.
Spt komen saya thd bang E'ep; Ketika kita punya hobi, ndak lantas itu bisa jadi bisnis yg bagus. Krn kita juga harus meletakkan hobi kita dalam paradigma kewirausahaan. Tapi yang sudah pasti valid adl, menjadikan apa2 yang sdg dibisniskan sbg sebuah hobi :-P</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Mas Nakula,</strong><br />
Memang seseorang yang berhobi tidak lantas punya kemampuan untuk melihat peluang, memasarkan hingga mengelola bisnisnya. Bener sampean, Mas Nakula: hobi itu sekedar awalan. Hobi yang tidak dibarengi dg kompetensi tentu saja akan berakhir berantakan <img src='http://bintangtauladan.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':-)' class='wp-smiley' /><br />
Oiya, <strong>Bank Al</strong>, tentang klo seseorang punya hobi tidur.<br />
Spt komen saya thd bang E&#8217;ep; Ketika kita punya hobi, ndak lantas itu bisa jadi bisnis yg bagus. Krn kita juga harus meletakkan hobi kita dalam paradigma kewirausahaan. Tapi yang sudah pasti valid adl, menjadikan apa2 yang sdg dibisniskan sbg sebuah hobi <img src='http://bintangtauladan.com/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':-P' class='wp-smiley' /></p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
