Profit vs Pertumbuhan
Posted by admin on March 26th, 2007
Sebuah startup business pada umumnya memiliki fase naik turun, atau fase profitabilitas jongkok & berdiri. Saya sendiri sekarang sedang mengalami itu. Sedang mengalami gagal total sih bukan, melainkan frustated; merasa kesal krn tidak kunjung mendapatkan hasil yg diinginkan setelah sedemikian rupa berupaya. Cape de…
Malah kemudian sempat terlintas di benak perkataan spt ini, “Harusnya aku ndak bisnis di bidang IT (& consulting) solution deh, terlalu susah, technical challengenya tinggi bgt, BEPnya juga lama”. Boro2 kesejahteraan meningkat, sekedar nutupin BEP Operasional aja udah bukan main susahnya. Teramat banyak kesalahan yg sudah saya (kami) lakukan, dan begitu banyak perihal yg saya (kami) belum kuasai. Pembelajaran dari kegagalan empat bisnis sebelumnya rupanya belum cukup mematangkan saya.

Byeh byeh…so tired & frustated
Post ini telah dimigrasikan ke AkhmadGuntar dot com
Silahkan klik link berikut untuk terus membaca :
March 30th, 2007 at 11:09 pm
Salah satu yang kadang dilupain ketika start up business adalah biaya gaji. Ini salah satu elemen biaya terbesar perusahaan, jadi musti masak-masak dipikirin.
Urusan frustrasi, mas, saya pernah baca “jangan terlalu banyak menerapkan ekspektasi (dan berbagai variabelnya)”. Maksudnya supaya ga kecapekan ngejarnya
March 31st, 2007 at 10:38 am
Semua itu tergantung dr goal yg ingin dicapai, apakah dlm bentuk profit, self improvement atau yg lainnya. seorg pedagang akan sll berpikir bagimana mendptkan untung yg sebanyak2nya tnpa harus mempertimbangkan apakh bisnisnya servive dlm jangka waktu lama. Sebaliknya bg seorg pengusaha variable yg hrs diimput lebih banyak (bukan hanya instant profit)krn,menyangkut keberlangsungan usahanya dimasa yg akan datang.Bahwa dlm perjalanannya seorg pengusaha itu hrs jatuh bangun,itu adlh sesuatu yg hrs dialaminya (saya pikir hal itu terjadi bukan hanya untuk start up bisnis tapi jg pada semua sektor kehidupan termasuk untuk mengembangkan bisnis itu sendiri atau mungkin dalam keluarga),”No Pain No Gain”. Jadi tergantung seberapa besar gain yang ingin didapatkan. Makin tinggi gain yang ingin dicapai,maka pain yang dirasakan juga makin berat. However, karena pain itu memang sesuatu yang kita lalui,maka ” Enjoy your pain”, then you will not be painful anymore.
Begini my dear……
March 31st, 2007 at 5:31 pm
salam kenal mas
April 3rd, 2007 at 1:08 am
sing sabar Bos, masih satu tahun, masih butuh waktu untuk menjadi dewasa dan matang
April 6th, 2007 at 7:16 pm
gak mudah memang; trus maju, mungkin sukses datang ketika smuanya seperti gak tertahankan lagi. perkuat stamina untuk marathon. salam.
April 10th, 2007 at 2:04 pm
sejak dulu begitulah bisnis .. tantangannya tiada akhir …
I believe you are strong enough to cope with those challenges … right MadGun?
kindly regards,
cdkey
May 31st, 2007 at 5:14 pm
Salam kenal mas Guntar. Mas saya starting up bisnis juga, mau konsultasi langsung by phone or darat boleh yah. Atau alamat email kalo boleh, tks.
May 31st, 2007 at 6:13 pm
Tentunya temen2 seperti mas Rizal Hidayat bisa berbagi pengalaman di sini via komen, atau menghubungi via japri di guntar@bintangtauladan.com
Disclaimer: dg kesaktian saya yg masih segini, saya tu belum cukup ManTaB buat ngasih konsultasi. Tapi saya tetep bersedia jadi teman diskusi yg menyenangkan