<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	>
<channel>
	<title>Comments on: Kerja Semau Gue, dg Cara Gue</title>
	<atom:link href="http://bintangtauladan.com/2007/03/01/kerja-semau-gue-dg-cara-gue/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://bintangtauladan.com/2007/03/01/kerja-semau-gue-dg-cara-gue/</link>
	<description></description>
	<pubDate>Fri, 12 Mar 2010 20:22:49 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.5.1</generator>
		<item>
		<title>By: adit</title>
		<link>http://bintangtauladan.com/2007/03/01/kerja-semau-gue-dg-cara-gue/#comment-553</link>
		<dc:creator>adit</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 11 Sep 2007 02:51:43 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://bintangtauladan.com/2007/03/01/kerja-semau-gue-dg-cara-gue/#comment-553</guid>
		<description>waah pantesan blognya sempat gak bisa diakses dari sini, gara2 kerja di rumah mas ? , eniwei kerja di rumah juga bukan tanpa koneksi inet kan mas ?

ah saya juga pengen sekali kerja di rumah spt mas, sayangnya koneksi inet di negeri ini masih mahal euy</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>waah pantesan blognya sempat gak bisa diakses dari sini, gara2 kerja di rumah mas ? , eniwei kerja di rumah juga bukan tanpa koneksi inet kan mas ?</p>
<p>ah saya juga pengen sekali kerja di rumah spt mas, sayangnya koneksi inet di negeri ini masih mahal euy</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Guntar</title>
		<link>http://bintangtauladan.com/2007/03/01/kerja-semau-gue-dg-cara-gue/#comment-552</link>
		<dc:creator>Guntar</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 28 Aug 2007 04:03:41 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://bintangtauladan.com/2007/03/01/kerja-semau-gue-dg-cara-gue/#comment-552</guid>
		<description>Sepakat dengan pak Seger dan pak Ono; yang namanya Bos tu harus jadi tauladan. &lt;strong&gt;Ukurannya adalah produktivitas dan kontribusi&lt;/strong&gt;. Nah, sekarang tinggal kita lihat aja, kondisi semacam apakah yang menjadikan seseorang itu bisa mencapai produktivitas dan kontribusi maksimal.

Oh, ternyata ketahuan bahwa setiap orang tidak bisa disamakan. Ukuran jam kantor bukan lagi ukuran. Yang penting adalah jam kerja, perkara mau ngerjakan di kantor atau di tempat lain, nyaris tanpa masalah. Tapi bos tertinggi saya pikir kurang tepat klo pake model kerja gini, krn dia kudu mengorkestrasi performa dan membangun atmosfer produktivitas para bawahannya.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Sepakat dengan pak Seger dan pak Ono; yang namanya Bos tu harus jadi tauladan. <strong>Ukurannya adalah produktivitas dan kontribusi</strong>. Nah, sekarang tinggal kita lihat aja, kondisi semacam apakah yang menjadikan seseorang itu bisa mencapai produktivitas dan kontribusi maksimal.</p>
<p>Oh, ternyata ketahuan bahwa setiap orang tidak bisa disamakan. Ukuran jam kantor bukan lagi ukuran. Yang penting adalah jam kerja, perkara mau ngerjakan di kantor atau di tempat lain, nyaris tanpa masalah. Tapi bos tertinggi saya pikir kurang tepat klo pake model kerja gini, krn dia kudu mengorkestrasi performa dan membangun atmosfer produktivitas para bawahannya.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Ono Karsono</title>
		<link>http://bintangtauladan.com/2007/03/01/kerja-semau-gue-dg-cara-gue/#comment-551</link>
		<dc:creator>Ono Karsono</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 26 Aug 2007 21:18:27 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://bintangtauladan.com/2007/03/01/kerja-semau-gue-dg-cara-gue/#comment-551</guid>
		<description>Akur Pak, Saya cocok dengan pendapat Pak Seger Hasani. Apalagi bila kita masih dalam tahap membangun usaha, bos harus bs jadi contoh bagi karyawannya. Kinerja bos sangat mempengaruhi kinerja bawahannya juga. Soalnya sy sendiri pernah mengalami koq, kerja semau gue ternyata tidak efektif. Dgn wirausaha malah lebih extra kerjanya, tapi enjoy, yg berat adalah amanahnya juga, karena kita harus me-maintenance pelanggan. Kalo tidak care ke customer, bs pada lari tuh, kompetisinya berat sekarang.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Akur Pak, Saya cocok dengan pendapat Pak Seger Hasani. Apalagi bila kita masih dalam tahap membangun usaha, bos harus bs jadi contoh bagi karyawannya. Kinerja bos sangat mempengaruhi kinerja bawahannya juga. Soalnya sy sendiri pernah mengalami koq, kerja semau gue ternyata tidak efektif. Dgn wirausaha malah lebih extra kerjanya, tapi enjoy, yg berat adalah amanahnya juga, karena kita harus me-maintenance pelanggan. Kalo tidak care ke customer, bs pada lari tuh, kompetisinya berat sekarang.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Seger Hasani</title>
		<link>http://bintangtauladan.com/2007/03/01/kerja-semau-gue-dg-cara-gue/#comment-550</link>
		<dc:creator>Seger Hasani</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 19 Jun 2007 06:17:21 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://bintangtauladan.com/2007/03/01/kerja-semau-gue-dg-cara-gue/#comment-550</guid>
		<description>Bos yang sejati justru harus memberikan tauladan kepada bawahannya. Bukannya malah molor, atau diistilahkan semau gue dengan cara gue. Kita lihat sejarah bos-bos yang berhasil justru memberikan kedisplinan dan integritas (tanggung jawab) yang lebih besar daripada bawahan.
Pun demikian pula halnya dengan perusahaan-perusahaan besar. Lihatlah mengapa astra begitu besar, karena dipimpin oleh TP (Theodore Permadi) Rahmat yang memang berjiwa besar. Rela berkorban demi perusahaan dan kesejahteraan bawahannya. Demi perkembangan perusahaannya. Jadilah astra menjadi perusahaan yang begitu besar. Sekarang pun dia wiraswasta juga menangani perusahaan2 dengan omset triliuan!
Seorang bos atau pemimpin sejati justru tidak ingin lebih enak dari bawahan-bawahannya. Tapi lebih memikirkan bagaimana nasib perusahaan dan karyawannya, bukan dirinya sendiri.
Kita juga bisa meneladani bagaimana kepemimpinan Rosulullah yang rela menderita demi ummatnya. Dan sekarang imbasnya masih begitu besar di dunia Islam.
Yakinlah, jika Anda calon-calon bos memiliki jiwa pengorbanan dan perjuangan seperti ini. Perusahaan Anda akan besar dengan sendirinya.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Bos yang sejati justru harus memberikan tauladan kepada bawahannya. Bukannya malah molor, atau diistilahkan semau gue dengan cara gue. Kita lihat sejarah bos-bos yang berhasil justru memberikan kedisplinan dan integritas (tanggung jawab) yang lebih besar daripada bawahan.<br />
Pun demikian pula halnya dengan perusahaan-perusahaan besar. Lihatlah mengapa astra begitu besar, karena dipimpin oleh TP (Theodore Permadi) Rahmat yang memang berjiwa besar. Rela berkorban demi perusahaan dan kesejahteraan bawahannya. Demi perkembangan perusahaannya. Jadilah astra menjadi perusahaan yang begitu besar. Sekarang pun dia wiraswasta juga menangani perusahaan2 dengan omset triliuan!<br />
Seorang bos atau pemimpin sejati justru tidak ingin lebih enak dari bawahan-bawahannya. Tapi lebih memikirkan bagaimana nasib perusahaan dan karyawannya, bukan dirinya sendiri.<br />
Kita juga bisa meneladani bagaimana kepemimpinan Rosulullah yang rela menderita demi ummatnya. Dan sekarang imbasnya masih begitu besar di dunia Islam.<br />
Yakinlah, jika Anda calon-calon bos memiliki jiwa pengorbanan dan perjuangan seperti ini. Perusahaan Anda akan besar dengan sendirinya.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: mollen&#38;lieezzz</title>
		<link>http://bintangtauladan.com/2007/03/01/kerja-semau-gue-dg-cara-gue/#comment-549</link>
		<dc:creator>mollen&#38;lieezzz</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 20 Apr 2007 08:12:42 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://bintangtauladan.com/2007/03/01/kerja-semau-gue-dg-cara-gue/#comment-549</guid>
		<description>mollen: gue mau jadi bozzzz
Liezz : kayaknya asik deh jadi bozz
mollen: kok kayaknya sih? ya... jelas asik lah!!
Liezz: tapi gmn cara dpetin modal?tips2nya dunk!!
mollen: aduh Liez, yang jelas mah kagak turun dr langit, hehe:p paling temen2 yg baca komen ini, bisa ngasih tau?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>mollen: gue mau jadi bozzzz<br />
Liezz : kayaknya asik deh jadi bozz<br />
mollen: kok kayaknya sih? ya&#8230; jelas asik lah!!<br />
Liezz: tapi gmn cara dpetin modal?tips2nya dunk!!<br />
mollen: aduh Liez, yang jelas mah kagak turun dr langit, hehe:p paling temen2 yg baca komen ini, bisa ngasih tau?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Agus</title>
		<link>http://bintangtauladan.com/2007/03/01/kerja-semau-gue-dg-cara-gue/#comment-548</link>
		<dc:creator>Agus</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 09 Apr 2007 05:13:40 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://bintangtauladan.com/2007/03/01/kerja-semau-gue-dg-cara-gue/#comment-548</guid>
		<description>emailnya apa mas gun ?</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>emailnya apa mas gun ?</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: mbahatemo</title>
		<link>http://bintangtauladan.com/2007/03/01/kerja-semau-gue-dg-cara-gue/#comment-547</link>
		<dc:creator>mbahatemo</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 02 Apr 2007 04:58:54 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://bintangtauladan.com/2007/03/01/kerja-semau-gue-dg-cara-gue/#comment-547</guid>
		<description>salam kenal.
jika saya jadi 1 dari 7 orang itu pasti malah ndak nyaman.. dianggurin terus, lha wong semua sudah dikerjakan sama mas bos.. :-P
anyway, tidur 11 jam sehari.. hemmm.. kalo dibanding sama 3 jam sehari, uenak ndak sih mas bos? halah..

selamat bekerja..</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>salam kenal.<br />
jika saya jadi 1 dari 7 orang itu pasti malah ndak nyaman.. dianggurin terus, lha wong semua sudah dikerjakan sama mas bos.. <img src='http://bintangtauladan.com/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':-P' class='wp-smiley' /> anyway, tidur 11 jam sehari.. hemmm.. kalo dibanding sama 3 jam sehari, uenak ndak sih mas bos? halah..</p>
<p>selamat bekerja..</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Guntar</title>
		<link>http://bintangtauladan.com/2007/03/01/kerja-semau-gue-dg-cara-gue/#comment-546</link>
		<dc:creator>Guntar</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 26 Mar 2007 03:50:07 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://bintangtauladan.com/2007/03/01/kerja-semau-gue-dg-cara-gue/#comment-546</guid>
		<description>&lt;strong&gt;Putri: &lt;/strong&gt;
Iya, Putri. Sampean tu pantes bianget deh jadi entrepreneur. Sepertinya bisnis di rumah akan jadi pilihan yang tepat :wink:

&lt;strong&gt;Ben:&lt;/strong&gt;
Emg kita kudu perhatikan juga basis kultur di tempat kita bekerja/beraktivitas. Yang penting tu kita bisa sodorkan bukti pencapaian/produktivitas. Jadi ndak asal minta orang lain pahami dan terima. Coba deh mulai dulu dengan prestasi; dengan begitu posisi tawar jadi lebih tinggi :cool:

&lt;strong&gt;Dianika:&lt;/strong&gt;
Tapi sepakat, bahwa itu akan tergantung juga dengan nature kerjaan kita; apakah kerjaan itu membutuhkan interaksi dengan orang lain apa nggak. Tapi tentang bahwa kerja di manapun yang penting sugesti, well.. Ada benarnya sih. Tapi kita pun tahu, bahwa quantum learning tidak hanya bicara masalah sugesti, namun juga orkestrasi atmosfer produktivitas.

Everything Speaks, and everything is on purpose. Tidak hanya untuk temukan atmosfer positif untuk belajar, namun juga untuk bekerja :-)

&lt;strong&gt;Agus:&lt;/strong&gt;
Klo sudah bergelut di kerja riil, maka utk cari gagasan bisnisnya: cari perihal (tahapan produksi) yang mbikin orang2 terganggu, jengkel dan nggerundel ketika menjalaninya. Lalu temukan entitas2 yang terkait dgnya, dan bikin proses bisnis baru untuk menjadikannya lebih gampang, lebih cepat, bebas stress, dan reliable. Sederhananya sih gitu, Mas. Diskusi lebih lanjut bisa via japri :-)</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Putri: </strong><br />
Iya, Putri. Sampean tu pantes bianget deh jadi entrepreneur. Sepertinya bisnis di rumah akan jadi pilihan yang tepat <img src='http://bintangtauladan.com/wp-includes/images/smilies/icon_wink.gif' alt=':wink:' class='wp-smiley' /><br />
<strong>Ben:</strong><br />
Emg kita kudu perhatikan juga basis kultur di tempat kita bekerja/beraktivitas. Yang penting tu kita bisa sodorkan bukti pencapaian/produktivitas. Jadi ndak asal minta orang lain pahami dan terima. Coba deh mulai dulu dengan prestasi; dengan begitu posisi tawar jadi lebih tinggi <img src='http://bintangtauladan.com/wp-includes/images/smilies/icon_cool.gif' alt=':cool:' class='wp-smiley' /><br />
<strong>Dianika:</strong><br />
Tapi sepakat, bahwa itu akan tergantung juga dengan nature kerjaan kita; apakah kerjaan itu membutuhkan interaksi dengan orang lain apa nggak. Tapi tentang bahwa kerja di manapun yang penting sugesti, well.. Ada benarnya sih. Tapi kita pun tahu, bahwa quantum learning tidak hanya bicara masalah sugesti, namun juga orkestrasi atmosfer produktivitas.</p>
<p>Everything Speaks, and everything is on purpose. Tidak hanya untuk temukan atmosfer positif untuk belajar, namun juga untuk bekerja <img src='http://bintangtauladan.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':-)' class='wp-smiley' /><br />
<strong>Agus:</strong><br />
Klo sudah bergelut di kerja riil, maka utk cari gagasan bisnisnya: cari perihal (tahapan produksi) yang mbikin orang2 terganggu, jengkel dan nggerundel ketika menjalaninya. Lalu temukan entitas2 yang terkait dgnya, dan bikin proses bisnis baru untuk menjadikannya lebih gampang, lebih cepat, bebas stress, dan reliable. Sederhananya sih gitu, Mas. Diskusi lebih lanjut bisa via japri <img src='http://bintangtauladan.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':-)' class='wp-smiley' /></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Agus</title>
		<link>http://bintangtauladan.com/2007/03/01/kerja-semau-gue-dg-cara-gue/#comment-545</link>
		<dc:creator>Agus</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 20 Mar 2007 02:46:37 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://bintangtauladan.com/2007/03/01/kerja-semau-gue-dg-cara-gue/#comment-545</guid>
		<description>Halo mas guntar...salam kenal

Saat ini saya bekerja di perusahaan manufakturing, ada ide untuk membuat usaha konsultan dibidang teknik yang ada hubungan nya dengan kerjaan saya saat ini. Terus terang, saya juga mengimpikan untuk dapat melakukan usaha dari rumah seperti mas guntar lakukan.
Tapi saya juga berpikir gimana lisensi software yang digunakan, apakah masih bajakan atau harus asli.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Halo mas guntar&#8230;salam kenal</p>
<p>Saat ini saya bekerja di perusahaan manufakturing, ada ide untuk membuat usaha konsultan dibidang teknik yang ada hubungan nya dengan kerjaan saya saat ini. Terus terang, saya juga mengimpikan untuk dapat melakukan usaha dari rumah seperti mas guntar lakukan.<br />
Tapi saya juga berpikir gimana lisensi software yang digunakan, apakah masih bajakan atau harus asli.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: dianika kusuma</title>
		<link>http://bintangtauladan.com/2007/03/01/kerja-semau-gue-dg-cara-gue/#comment-544</link>
		<dc:creator>dianika kusuma</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 19 Mar 2007 15:18:51 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://bintangtauladan.com/2007/03/01/kerja-semau-gue-dg-cara-gue/#comment-544</guid>
		<description>POstingan yang bagus Mas Guntar. Saya hanya bisa bilang luar biasa betul Mas Guntar bisa kerja sampe sebegitunya :D

Saya tertarik dg statement ini...Ketika bekerja di rumah, saya bisa memilih interfensi apa yang ingin saya dapatkan. Saya bisa mengatur atmosfer produktivitas tepat sesuai yang saya inginkan....

Masalahnya, iya klo kita berada di Divisi yg tidak mengharuskan kita berada atau stay di kantor.. Klo sebaliknya?

Saya kira klo kerja dimanapun itu tergantung sugesti kok.

Tetapi ... terfokus bener pada apa yang dilakukan; sampe2 waktu berlalu begitu saja; dan anda bener-bener merasa sedang membuat progress. ...

siapa pun akan merindukan itu..spt saya saat ini :D melakukan yang terbaik...

Thanks juga.. udah menyindir saya,"Blog kok jarang diurusi..:)" Saya sedang kena melankolis bgt, jadinya blognya gak karu2an.. he he he :D</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>POstingan yang bagus Mas Guntar. Saya hanya bisa bilang luar biasa betul Mas Guntar bisa kerja sampe sebegitunya <img src='http://bintangtauladan.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /><br />
Saya tertarik dg statement ini&#8230;Ketika bekerja di rumah, saya bisa memilih interfensi apa yang ingin saya dapatkan. Saya bisa mengatur atmosfer produktivitas tepat sesuai yang saya inginkan&#8230;.</p>
<p>Masalahnya, iya klo kita berada di Divisi yg tidak mengharuskan kita berada atau stay di kantor.. Klo sebaliknya?</p>
<p>Saya kira klo kerja dimanapun itu tergantung sugesti kok.</p>
<p>Tetapi &#8230; terfokus bener pada apa yang dilakukan; sampe2 waktu berlalu begitu saja; dan anda bener-bener merasa sedang membuat progress. &#8230;</p>
<p>siapa pun akan merindukan itu..spt saya saat ini <img src='http://bintangtauladan.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> melakukan yang terbaik&#8230;</p>
<p>Thanks juga.. udah menyindir saya,&#8221;Blog kok jarang diurusi..:)&#8221; Saya sedang kena melankolis bgt, jadinya blognya gak karu2an.. he he he <img src='http://bintangtauladan.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /></p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
