<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	>
<channel>
	<title>Comments on: Penghargaan Atas Uang</title>
	<atom:link href="http://bintangtauladan.com/2007/01/16/penghargaan-atas-uang/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://bintangtauladan.com/2007/01/16/penghargaan-atas-uang/</link>
	<description></description>
	<pubDate>Thu, 09 Sep 2010 11:30:31 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.5.1</generator>
		<item>
		<title>By: bank</title>
		<link>http://bintangtauladan.com/2007/01/16/penghargaan-atas-uang/#comment-523</link>
		<dc:creator>bank</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 08 Oct 2007 03:03:35 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://bintangtauladan.com/2007/01/16/penghargaan-atas-uang/#comment-523</guid>
		<description>uang.... lagi  lagi uang...
i love money ,</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>uang&#8230;. lagi  lagi uang&#8230;<br />
i love money ,</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Ono Karsono</title>
		<link>http://bintangtauladan.com/2007/01/16/penghargaan-atas-uang/#comment-522</link>
		<dc:creator>Ono Karsono</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 26 Aug 2007 00:21:58 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://bintangtauladan.com/2007/01/16/penghargaan-atas-uang/#comment-522</guid>
		<description>Postingan yang bagus...
Memang, banyak sekali kasus gara-gara uang, hubungan saudara ataupun teman bisa jd rusak gara-gara uang. Uang penting, tapi kita tahu, dia bukan segalanya. Orientasi yang salah tentang uang mungkin menjadi alasan utama. Karena, yang justru terpenting adalah hubungan baik kita dengan saudara, tetangga, teman maupun kerabat, karena hub yg baik ini akan lebih mudah memperlancar segala bentuk rizki yang kita dapat (termasuk juga uang). Jadi dalam tataran spiritual, yang terpenting adalah cara kita mensikapinya. Berorientasi pada humannya (lebih menjadikan diri kita valuable bagi orang lain). Uang hanya sekedar efek dari semua itu.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Postingan yang bagus&#8230;<br />
Memang, banyak sekali kasus gara-gara uang, hubungan saudara ataupun teman bisa jd rusak gara-gara uang. Uang penting, tapi kita tahu, dia bukan segalanya. Orientasi yang salah tentang uang mungkin menjadi alasan utama. Karena, yang justru terpenting adalah hubungan baik kita dengan saudara, tetangga, teman maupun kerabat, karena hub yg baik ini akan lebih mudah memperlancar segala bentuk rizki yang kita dapat (termasuk juga uang). Jadi dalam tataran spiritual, yang terpenting adalah cara kita mensikapinya. Berorientasi pada humannya (lebih menjadikan diri kita valuable bagi orang lain). Uang hanya sekedar efek dari semua itu.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Guntar</title>
		<link>http://bintangtauladan.com/2007/01/16/penghargaan-atas-uang/#comment-521</link>
		<dc:creator>Guntar</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 20 Apr 2007 07:52:33 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://bintangtauladan.com/2007/01/16/penghargaan-atas-uang/#comment-521</guid>
		<description>Yth Bu Nurul
klo bagi saya, aware itu tetep adl kemampuan mendasar. Sepakat dg mas Kreshna yg membahasakannya sbg Value it. Dan justru itulah bagaimana seseorang memberikan penghargaan dan pemaknaan pada kehidupan lantas berpengaruh pada tingkat awareness dan value yg dia berikan pada uang.
Lalu tentang alasan yg bersikap emosional dan memaksa, itu sebenernya adl terjemahan dari bahasa inggris : Compelling. Yg dimaksud dg "memaksa" di sana sbenernya tidak lantas terasosiasi dg emosi negatif. My fault, saya aja yg kurang bagus menerjemahkannya :-)</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Yth Bu Nurul<br />
klo bagi saya, aware itu tetep adl kemampuan mendasar. Sepakat dg mas Kreshna yg membahasakannya sbg Value it. Dan justru itulah bagaimana seseorang memberikan penghargaan dan pemaknaan pada kehidupan lantas berpengaruh pada tingkat awareness dan value yg dia berikan pada uang.<br />
Lalu tentang alasan yg bersikap emosional dan memaksa, itu sebenernya adl terjemahan dari bahasa inggris : Compelling. Yg dimaksud dg &#8220;memaksa&#8221; di sana sbenernya tidak lantas terasosiasi dg emosi negatif. My fault, saya aja yg kurang bagus menerjemahkannya <img src='http://bintangtauladan.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':-)' class='wp-smiley' /></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Nurul</title>
		<link>http://bintangtauladan.com/2007/01/16/penghargaan-atas-uang/#comment-520</link>
		<dc:creator>Nurul</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 18 Apr 2007 16:25:39 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://bintangtauladan.com/2007/01/16/penghargaan-atas-uang/#comment-520</guid>
		<description>Kalo pendapat saya bukan awareness pada uang itu yg harus ditingkatkan tetapi lebih pada kemampuan seseorang dalam mengendalikan diri utk tdk membelanjakan uangnya pada apa yg diinginkan tetapi pada apa yg diperlukan.I know it's easy said than done tetapi it needs trying,perlu melakukan analisa kebutuhan.Sedangkan bagaimana seseorang itu memberikan value terhadap uang tidak bergantung berapa banyak uang yg dimiliki namun hal itu berbanding lurus dg bagaimana orang tsb memberikan value terhadap kehidupan,dg kata lain one's way of life will determine whether somebody will be moneywise or not. Saya jg dak sepenuhnya setuju pd statement'kita butuh alasan yg bersikap emosional dan memaksa..........',wah kalo itu yg dilakukan bisa2 stress melulu hidup ini,sepertinya akan lebih indah hidup ini kalo dlm melakukan sesuatu/pekerjaan dilakukan dg sincere.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Kalo pendapat saya bukan awareness pada uang itu yg harus ditingkatkan tetapi lebih pada kemampuan seseorang dalam mengendalikan diri utk tdk membelanjakan uangnya pada apa yg diinginkan tetapi pada apa yg diperlukan.I know it&#8217;s easy said than done tetapi it needs trying,perlu melakukan analisa kebutuhan.Sedangkan bagaimana seseorang itu memberikan value terhadap uang tidak bergantung berapa banyak uang yg dimiliki namun hal itu berbanding lurus dg bagaimana orang tsb memberikan value terhadap kehidupan,dg kata lain one&#8217;s way of life will determine whether somebody will be moneywise or not. Saya jg dak sepenuhnya setuju pd statement&#8217;kita butuh alasan yg bersikap emosional dan memaksa&#8230;&#8230;&#8230;.&#8217;,wah kalo itu yg dilakukan bisa2 stress melulu hidup ini,sepertinya akan lebih indah hidup ini kalo dlm melakukan sesuatu/pekerjaan dilakukan dg sincere.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: galih</title>
		<link>http://bintangtauladan.com/2007/01/16/penghargaan-atas-uang/#comment-518</link>
		<dc:creator>galih</dc:creator>
		<pubDate>Tue, 13 Feb 2007 02:55:53 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://bintangtauladan.com/2007/01/16/penghargaan-atas-uang/#comment-518</guid>
		<description>Hehe.. saya pernah mengalami hal itu. Di surabaya, saya sudah bisa mengatasinya, tapi ketika di jakarta, dimana banyak sekali tempat untuk menghabiskan uang, bulan pertama di sini sungguh awut-awutan. kemampuan memanage uang di surabaya tak ada artinya jika dipakai di jakarta.

anyway, setuju buat artikel ini. sebesar apapun pemasukan, jika tak pandai mengaturnya, tetap saja terasa kurang. ketika pemasukan bertambah, keinginan lambat laun akan menjadi sebuah kebutuhan :)</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Hehe.. saya pernah mengalami hal itu. Di surabaya, saya sudah bisa mengatasinya, tapi ketika di jakarta, dimana banyak sekali tempat untuk menghabiskan uang, bulan pertama di sini sungguh awut-awutan. kemampuan memanage uang di surabaya tak ada artinya jika dipakai di jakarta.</p>
<p>anyway, setuju buat artikel ini. sebesar apapun pemasukan, jika tak pandai mengaturnya, tetap saja terasa kurang. ketika pemasukan bertambah, keinginan lambat laun akan menjadi sebuah kebutuhan <img src='http://bintangtauladan.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: adit</title>
		<link>http://bintangtauladan.com/2007/01/16/penghargaan-atas-uang/#comment-517</link>
		<dc:creator>adit</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 07 Feb 2007 06:22:31 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://bintangtauladan.com/2007/01/16/penghargaan-atas-uang/#comment-517</guid>
		<description>hmmm...meningkatkan awareness thdp uang = menikah

sip deh, saran yg bagus ^_^

eniwei, konon kabarnya masyarakat kita ini adalah masyarakat konsumtif, saking konsumtifnya sampe skrng tetep saja banyak orang asing yg tergiur untuk investasi di sini, nah pertanyaannya betulkah kelebihan uang merupakan suatu penyebab kurangnya awareness seseorang thdp uang ?

hmm bisa saja...., tetapi ada satu hal yg paling esensial yg kadang kita lupa mengapa kita tidak awareness thdp uang terutama dalam keadaan kelebihan/makmur, yg paling esensial itu adalah pendidikan, ku rasa dalam pendidikan kita, kita tidak diajarkan untuk bermental aware thdp money,  kita tidak diajarkan untuk membentuk benteng pertahanan thdp IKLAN...di dalam keluarga,belum lagi di keluarga seringkali orangtua memanjakan anak2nya, sehingga anak menganggap bahwa mudah sekali mendapatkan uang, padahal sebaliknya di kehidupan nyata rezeki mesti dijemput dengan kerja keras

uang = nafsu, nafsu akan berguna bila bisa ditundukan/dikontrol, jadi bisakah kita bisa mengontrol hal tsb ?

fuuuuuuuuuuuuuuh, jadi &lt;strong&gt;pengen&lt;/strong&gt; beli &lt;a href="http://wii.nintendo.com/" rel="nofollow"&gt;Nintendo WII&lt;/a&gt; euy (loh)</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>hmmm&#8230;meningkatkan awareness thdp uang = menikah</p>
<p>sip deh, saran yg bagus ^_^</p>
<p>eniwei, konon kabarnya masyarakat kita ini adalah masyarakat konsumtif, saking konsumtifnya sampe skrng tetep saja banyak orang asing yg tergiur untuk investasi di sini, nah pertanyaannya betulkah kelebihan uang merupakan suatu penyebab kurangnya awareness seseorang thdp uang ?</p>
<p>hmm bisa saja&#8230;., tetapi ada satu hal yg paling esensial yg kadang kita lupa mengapa kita tidak awareness thdp uang terutama dalam keadaan kelebihan/makmur, yg paling esensial itu adalah pendidikan, ku rasa dalam pendidikan kita, kita tidak diajarkan untuk bermental aware thdp money,  kita tidak diajarkan untuk membentuk benteng pertahanan thdp IKLAN&#8230;di dalam keluarga,belum lagi di keluarga seringkali orangtua memanjakan anak2nya, sehingga anak menganggap bahwa mudah sekali mendapatkan uang, padahal sebaliknya di kehidupan nyata rezeki mesti dijemput dengan kerja keras</p>
<p>uang = nafsu, nafsu akan berguna bila bisa ditundukan/dikontrol, jadi bisakah kita bisa mengontrol hal tsb ?</p>
<p>fuuuuuuuuuuuuuuh, jadi <strong>pengen</strong> beli <a href="http://wii.nintendo.com/" rel="nofollow">Nintendo WII</a> euy (loh)</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Kreshna</title>
		<link>http://bintangtauladan.com/2007/01/16/penghargaan-atas-uang/#comment-516</link>
		<dc:creator>Kreshna</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 29 Jan 2007 02:58:46 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://bintangtauladan.com/2007/01/16/penghargaan-atas-uang/#comment-516</guid>
		<description>Katanya Robert Allen ada 7 essential money skills, dan ini bertingkat. Yang paling dasar memang value it, dilanjutkan dengan control it, save it, invest it, make it, shield it, dan yang terakhir share it. So, bakal ada 6 tulisan lanjutan nih dari mas Guntar sesudah tulisan ini. Can't wait to read them.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Katanya Robert Allen ada 7 essential money skills, dan ini bertingkat. Yang paling dasar memang value it, dilanjutkan dengan control it, save it, invest it, make it, shield it, dan yang terakhir share it. So, bakal ada 6 tulisan lanjutan nih dari mas Guntar sesudah tulisan ini. Can&#8217;t wait to read them.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Anang</title>
		<link>http://bintangtauladan.com/2007/01/16/penghargaan-atas-uang/#comment-515</link>
		<dc:creator>Anang</dc:creator>
		<pubDate>Sun, 28 Jan 2007 12:48:18 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://bintangtauladan.com/2007/01/16/penghargaan-atas-uang/#comment-515</guid>
		<description>jangan buang-buang uang percuma...</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>jangan buang-buang uang percuma&#8230;</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Mbah Dipo</title>
		<link>http://bintangtauladan.com/2007/01/16/penghargaan-atas-uang/#comment-514</link>
		<dc:creator>Mbah Dipo</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 25 Jan 2007 02:47:19 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://bintangtauladan.com/2007/01/16/penghargaan-atas-uang/#comment-514</guid>
		<description>ndang cepet nikah om.. :D Tanggalan gedhe2 tulisannya dan jelas gitu kok jadi gak jelas.. :P  Pokoke : "Jika mereka itu fakir, maka Allah akan kayakan mereka dengan karunia-Nya..." (QS. An Nuur (24) : ayat 32).. So, tunggu apa lagi.. :)</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>ndang cepet nikah om.. <img src='http://bintangtauladan.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> Tanggalan gedhe2 tulisannya dan jelas gitu kok jadi gak jelas.. <img src='http://bintangtauladan.com/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':P' class='wp-smiley' />  Pokoke : &#8220;Jika mereka itu fakir, maka Allah akan kayakan mereka dengan karunia-Nya&#8230;&#8221; (QS. An Nuur (24) : ayat 32).. So, tunggu apa lagi.. <img src='http://bintangtauladan.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /></p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Putri Ameilia</title>
		<link>http://bintangtauladan.com/2007/01/16/penghargaan-atas-uang/#comment-513</link>
		<dc:creator>Putri Ameilia</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 25 Jan 2007 00:45:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://bintangtauladan.com/2007/01/16/penghargaan-atas-uang/#comment-513</guid>
		<description>"Seorang remaja yang hidup makmur/berkecukupan dg biaya dari orang tuanya dan bujangan makmur (sudah bekerja) tapi belum menikah biasanya mengalami masalah ini; awareness yang kurang thd uang. Uang mereka biasanya habis untuk urusan2 yang ngga penting dan tak banyak berikan value kemanfaatan. Di akhir bulan mereka biasanya sering bertanya2, “Pada ke mana aja uangku ya?”. Masih belum banyak yang sudah membedakan antara “kebutuhan” dan “keinginan”."

Wah ... Nyindir nih ya ... ^_^</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>&#8220;Seorang remaja yang hidup makmur/berkecukupan dg biaya dari orang tuanya dan bujangan makmur (sudah bekerja) tapi belum menikah biasanya mengalami masalah ini; awareness yang kurang thd uang. Uang mereka biasanya habis untuk urusan2 yang ngga penting dan tak banyak berikan value kemanfaatan. Di akhir bulan mereka biasanya sering bertanya2, “Pada ke mana aja uangku ya?”. Masih belum banyak yang sudah membedakan antara “kebutuhan” dan “keinginan”.&#8221;</p>
<p>Wah &#8230; Nyindir nih ya &#8230; ^_^</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
