Bintang Tauladan !

Wanita dan Pria memang Beda (2)

Posted by admin on December 26th, 2006

Melanjutkan posting sebelumnya tentang bagaimana wanita dan pria berbeda, tetap dengan referensi yang sama.

Apa yang wanita & pria dibicarakan
Wanita dan pria di seluruh dunia memiliki isi & arah obrolan yang masing-masingnya berbeda. Anak2 cewek ngobrolin tentang siapa menyukai siapa atau siapa lagi marah sama sapa. Mereka bermain di kelompok2 kecil dan berbagi “rahasia” orang lain. Sbg teenager, mereka ngobrolin cowok, berat badan, pakaian dan teman2 mereka. Beranjak dewasa, wanita ngobrolin tentang diet, hubungan2 pribadi, pernikahan, anak-anak, percintaan dan segala yang terkait dg orang2, lengkap dengan urusan pribadi mereka :mrgreen:

Post ini telah dimigrasikan ke AkhmadGuntar dot com
Silahkan klik link berikut untuk terus membaca :

Wanita dan Pria memang Beda (2)

9 Responses to “Wanita dan Pria memang Beda (2)”

  1. Lita Says:

    “Beranjak dewasa, wanita ngobrolin tentang diet, hubungan2 pribadi, pernikahan, anak-anak, percintaan dan segala yang terkait dg orang2, lengkap dengan urusan pribadi mereka”

    Ngomongin aku ya?
    *ngumpet, GR*

    Laki-laki dan perempuan memang beda. Seru juga lho ketika kebanyakan yang dijelaskan mas Guntar ini terjadi di kenyataan. Ya itu, nyari selai di kulkas aja gak ketemu, deodorizer di samping TV gak keliatan, dll.

    Responnya? “Aku cinta banget deh sama istriku”, sambil nyengir2 waktu barang yang dibilang ‘gak ketemu’ itu kutunjukin tempatnya. Dan aku juga nyengir2 kalo gak hapal2 sama rute jalan ke tempat janjian ketemu sama temen. Saling mengisi dengan ‘kekonyolan’ gender :mrgreen:
    Ngomong-ngomong, “Albert Einstein adalah seorang jenius spasial, tapi dia tidak bisa berbicara hingga berumur lima tahun.” itu kayanya ngga ada hubungannya deh. Tidak jika-maka, begitu.

    Jenius (gifted) tidak berhubungan langsung dengan kemampuan bicara, bahkan perkembangan. Tidak negatif, tidak juga positif. Late talker, late bloomer atau yang semacamnya, dalam beberapa kasus tumbuh menjadi orang-orang berbakat. Namun tidak dapat menjadi generalisasi jika late talker maka jenius. Jadi kurang tepat kalau menggunakan kata hubung ‘tapi’ yang bermakna penyangkalan.

    *aku ngomongin apa sih ini ya? nyambung gak sih?*

  2. yus Says:

    baru tau kalo sedlam itu perbedaan pria dan wanita…kalo anda pria, anda pasti ingin membaca untuk memberi kebahagiaan lebih untuk pasangan, kalo and wanita, anda membaca untuk memberitahukan kepada pasangan anda, bagaimana seharusnya anda diperlakukan…cape’ de

  3. arul Says:

    buku ini bagus saya sudah pernah baca sebagian tapi…
    sebenarnya isinya adalah hal2 yang sering kita ungkapkan ketika berbicara masalah wanita-pria…
    tapi dapat dirangkum dalam sebuah buku…

  4. kakilangit Says:

    aku salah dalam mengenali arah utara-selatan-barat-dan-timur di sekitaran ITS. juga di beberapa titik di Surabaya. otakku ngasih tau arah mata angin itu tapi ternyata tidak sesuai dengan arah mata angin yang sebenarnya. jadi sering nyasar karena pemetaan d kepalaku kacau balau :D apakah itu termasuk lemah spatial?

  5. fahmi! Says:

    wanita dijajah pria sejak dulu
    dijadikan perhiasan sangkar madu…

  6. S Setiawan Says:

    “If a woman is unhappy in her relationships, she can’t concentrate on her work. If a man is unhappy at work he can’t focus on his relationships.” Gyhahaha, story of my life :P

  7. dika Says:

    kyakakakka, dika pernah diprotes gara2 masalah ‘barang di kulkas’ dan ‘membaca peta’ tuh.. ternyata beneran ada bukunya yah? (kan? kan? kan? :mrgreen)

    dan btw, saya lemah spatial (even I could not remember where I am facing at the moment I enter a building - danau-nya tadi di kanan apa kiri yak? :mrgreen) tapi juga kurang merasa terpanggil saat harus jadi komunikatif (lalalalaaa, hehe);

    good book for reflection.. :)

  8. dika Says:

    :mrgreen: test..

  9. ana Says:

    Seharusnya saya ada di hadapannya
    Mengatakan perlahan kepadanya …..

    Bahwa saya tak hanya menyayanginya
    Tetapi saya telah melewati batas asa
    Saya membutuhkannya ..
    Satu sisi saya ingin mempertemukan mereka berdua
    Memadukan keinginan mereka
    Tetapi…sisi hati saya yang lain enggan melakukannya
    Saya ingin saya bersamanya

    Alangkah naifnya
    saat saya katakan itu
    sementara sisi lain hati saya begitu terluka
    Kalau saja ia tahu itu…
    Lantas kami bisa bersama
    di masa selanjutnya

    Tentu…
    akan sangat berbahagia..

    Taukah? Ini adalah isi dari salah satu blog yang saya temui
    http://mataharidanbintang.wordpress.com
    Isinya tentang perasaan penulisnya.
    Sangat sedih dan mengharukan, kan..

    Semoga lelaki itu bisa lebih peka ya..

Leave a Reply

XHTML: You can use these tags: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>