What it takes to be Great
Posted by admin on November 13th, 2006
Research now showsthat the lack of natural TALENT IS IRRELEVANT to great success. The secret? Painful and demanding practice and hard work.
Posting ini adl resume dr tulisan Geoffrey Colvin di majalah Fortune, edisi 30 Oktober 2006.
Apa sih yg menjadikan Tiger Woods luar biasa? Apa juga yg menjadikan Warren Buffet investor handal dunia? Kita pikir kita tahu; bahwa setiap mereka dilahirkan di dunia ini dg bakat spesial utk mengerjakan apa2 yg mereka sampai skr terus mereka kerjakan. Klo emg begitu konsepnya, brarti ini adl perihal yg bersifat satu-di-antara-seribu. You’ve got it — or you don’t.
Post ini telah dimigrasikan ke AkhmadGuntar dot com
Silahkan klik link berikut untuk terus membaca :
November 13th, 2006 at 1:46 pm
klo mbah maridjan, jadi dahsyat karena apa ya?
November 16th, 2006 at 5:33 pm
dulu, d’pernah baca di majaah(jaman2nya masih smp, masih cupu gtu..:p) bakat mang megang peran jg dalam keberhasilan. tapi ya tetep juga perlu yang namanya usaha (lho, koq blibet gni ya?) jadi d’kasi contoh aja d.. qta punya bakat dalam matematika tapi minat kita tuh d biologi. supaya bisa sukses d matematika, kita “cuma” butuh usaha. tapi klo mau sukses d biologi, kita butuh usaha 2x lipat lebih keras dari pada b/ sukses matematika.
jadi, minat ma bakat g’slalu sejalan. g’perlu deh yang namanya minder sandainya “kalah”…. klo mo menyaingi, kita “tinggal” brusaha lebih keras..^^’
November 18th, 2006 at 3:09 pm
It is painful. And sometimes, it worth the pain
November 25th, 2006 at 1:02 am
lha saya sudah 20an tahun berlatih jadi loser, oops.
November 29th, 2006 at 11:26 am
Kalo di dunia persilatan ada yang namanya bakat (terutama yang menyangkut “soft skill” alias tenaga dalam, he he). Bakat diibaratkan wadah. Beberapa orang dilahirkan dengan wadah, ada yang kecil ada yang besar. Sekarang tinggal masalah ngisinya aja. Orang yang lahir tidak dengan wadah, ya harus bikin wadahnya dulu. Hanya masalah waktu en kedisipilinan aja, sebelum dia bisa melewati orang yang lahir dengan wadah tapi gak pernah ngisi. Katanya ini sih menjelaskan kenapa beberapa orang bisa lebih cepat menguasai ilmu tertentu. Toh, sains juga membuktikan bahwa kita punya multiple intelligence dan tiap orang punya kekuatan di area berbeda (yang tidak hanya dipengaruhi oleh lingkungan, tapi ternyata gen juga). Apakah ini bukan bakat namanya?
So, saya sendiri kurang setuju sama pernyataan “targeted natural gifts don’t exist”. Tapi kalo “talent is irrelevant to great success”, setuju banget. Strong will, hard work and persistence emang jauh lebih ngaruh… No pain no gain… Wallahualam…
November 30th, 2006 at 9:31 pm
“Strong will, hard work and persistence emang jauh lebih ngaruh. No pain no gain.”
Setuju, tapi easier said than done. Lebih mudah katakan ketimbang melakukan. Don’t you think? Jadi ingin nasehat Aa Gym,
1001 Kunci Sukses, “kunci sukses adalah Bertindaklah! Bertindaklah! Dan Bertindaklah!
December 4th, 2006 at 8:15 am
Setuju banget! Makanya yang bisa jadi sukses cuma dikit… he he…
December 23rd, 2006 at 9:31 am
ayo suksess…. sukses itu relatif… :))
July 5th, 2007 at 10:40 am
Salam.
There’s NO “no pain no gain” for great people. only extasy and flow, brother kreshna. penelitian thd orang seperti tiger wood, Lance amstrong membuktikan kalo mereka bener-bener menyukai yang dilakukan, waktu terasa berhenti, kurangnya kesadaran akan sekeliling, dll.
Kita juga bisa jadi seperti mereka… persistence and discipline..