Mencari Pekerjaan yg Asyik
Posted by admin on November 5th, 2006

Untuk bisa melakukan suatu hal dg baik, maka kita harus menyukainya. Tentu ini bukanlah konsep yang baru. Dan lantas kita tahu, secara riil ini gak gampang utk bisa kayak gitu. Sebagian orang boleh jadi mendefinisikan kerjaan sbg upaya pemberian kontribusi pd masyarakat, sekaligus utk menjaga kelangsungan hidup. Tapi gimanapun, kerjaan masih lebih terkesankan sbg perihal yang ndak menyenangkan.
Well, yang namanya kerjaan emg butuh disiplin tinggi, karena hanya masalah2 buerat aja yang bisa berikan imbalan lumayan. Dan masalah2 berat itu -by nature- emg kurang menyenangkan utk dihadapi, entah krn dia bikin stres, kecape’an atau yang lain. Jelas2 kita biasanya kudu bisa memaksa diri untuk menghadapinya.
Post ini telah dimigrasikan ke AkhmadGuntar dot com
Silahkan klik link berikut untuk terus membaca :
November 5th, 2006 at 5:58 pm
Orang yang paling beruntung di dunia adalah orang yang dibayar untuk melakukan sesuatu yang dia sukai :)…
btw, gambarnya sama ama dengan postinganku yang ini
tema tulisannya juga mirip2 lah, walau yang aku sih lebih ke arah curhat tanpa solusi .. eh, ada ding solusinya .. pindah gawe hehehe
November 5th, 2006 at 6:01 pm
ups, maksudku “btw, gambarnya sama dengan postinganku yang ini”
bukan “btw, gambarnya sama ama dengan postinganku yang ini”
makasih
November 5th, 2006 at 7:21 pm
Orang yang paling beruntung adalah mereka yang bisa hidup tanpa pusing mikirin ‘cost’


Soalnya, untuk melakukan apapun yang kita sukai, selalu ada harga tersendiri, job or no job
How much are we willing to pay? Itu pertanyaan tersendiri
November 5th, 2006 at 9:45 pm
pekerjaan menjadi asyik kalo dgn pekerjaan itu orang lain mendapat manfaat… ini buat simbah lho. Yang lain boleh beda..
November 6th, 2006 at 12:07 pm
Sebenarnya ada satu benang merah, yg penting enjoy apapun yang kita lakukan (baik kerja atau senggang), ya gak?
November 6th, 2006 at 4:58 pm
Goio:


Sepakat mas Goio, enak banget klo kita dibayar utk melakukan apa2 yg kita sukai. Namanya dah bukan kayak kerja lagi, tapi bermain
Setiawan:
Selalu saja ada harga yang harus dibayar. Entah mbayarnya sekarang atau belakangan, yang jelas kita tetep harus bayar. Bukankah begitu, Oom Setiawan
Mbah Dipo:
Sepakat juga, Mbah. Jangan sampe selama proses hingga hasil ada yg terdzolimi, disadari apa nggak. Makanya, jangan kerja di perusahaan rokok atau minuman keras. Bukankah begitu, Simbah
Hedi:
Enjoy… ada yang lantas menkonversinya menjadi excitement. Apapun itu, yang jelas kita mantap dalam kesediaan kita. Jika tyt itu sampai pada tingkatan enjoy & excitement, bisa jadi kita sudah sampai pada pilihan yang tepat.
November 6th, 2006 at 10:23 pm
Ada satu quote yang saya sukai: “do what you love and the money will come”.
Kalo melihat kisah hidup orang-orang seperti Steve Jobs pepatah ini memang benar adanya. Waktu dipecat dari Apple, Steve Jobs bilang dia tetap ingin melakukan apa yang dia cintai. Akibatnya dia tidak patah semangat, justru makin maju dan membuahkan perusahaan lain seperti Pixar. Uang seperti datang sendiri mencari dia.
November 7th, 2006 at 11:35 am
Life is too short to be scared, if your’e not happy with your job, leave your comfort zone and go with your passion. Reminder: easier said than done
November 7th, 2006 at 4:00 pm
kalo para pemain bola profesional itu termasuk golongan orang yang mau bekerja tanpa mau di bayar ga ya? mereka kan dulunya hobi maen bola…kalo sekarang ga tau lagi
November 8th, 2006 at 4:22 pm
makanya orang sering bilang kalo hobi bisa dijadikan kerja dan menghasilkan maka akan sangat menyenangkan sekali pekerjaan kita
November 9th, 2006 at 9:19 am
menjuarai balap formula one tanpa curang itu baik, dan ya saya suka!
masalahnya gimana carane? hehehe *ndak fokus*
December 6th, 2006 at 3:26 pm
Apa ya yang asik?
March 18th, 2007 at 1:41 pm
woy, mas guntar..!
sejauh ini thanks sdh kasi info2 n pandangan2 top nech. obsesi q jd penulis, sll ingin tau bnyk hal. tapi sring mlalaikan yg tgs lain yg mnurut q g asyik bgt hingga timbul rasa malas.
stlh mbc tlsn u, kdg qt hrs nglakuin hal yg g qt suka utk alasan k2 yg hrs dicari alasan itu.
sorry nglantur:) whatever….
January 15th, 2008 at 10:13 am
saya pilih yang kedua deh, agak berat… tapi jalan tengah. mungkin lebih capek dari pilihan yang pertama dan lebih riskan secara finansial dari pilihan kedua. Risiko kegagalan karena fokus terpecah juga sangat besar, tapi kalau berhasil… buahnya akan benar-benar manis. Saya menyebutnya: Jalan Aman yang Penuh Belukar!