Job Interview: “Motivasi Anda?”
Posted by admin on August 3rd, 2006
Semenjak Senin hingga Rabu kemaren tempat usaha saya ngadakan rekruitmen karyawan. Di hari terakhir saya menyempatkan diri untuk melongok proses rekruitmen itu dan melihat salah seorang rekan jagoan saya melakukan eksplorasi.
Ketika pertanyaan berkisar tentang motivasi diajukan, maka kebanyakan pelamar ungkapkan jawaban standar; Tingkatkan taraf hidup, mencari pengalaman, mencari teman dan relasi, bagian dari ibadah, tingkatkan kualitas diri, naikkan status sosial atau yang lainnya.
Biasanya, salah satu jawaban menarik yang bisa kita dapatkan adalah motif yang berkisar pada peningkatan kualitas diri. Ada memang orang2 yang tidak mengemukakan aspek finansial sebagai alasan utama melamar kerja.
Post ini telah dimigrasikan ke AkhmadGuntar dot com
Silahkan klik link berikut untuk terus membaca :
August 3rd, 2006 at 1:44 pm
wah pas banget neeh, tapi baru aja ngater istri saya buat ngalamar kerja.
*apa hubungannya yach, sambil garuk2 kepala*
August 3rd, 2006 at 11:44 pm
jadi orang itu punya porsi masing² kan, mau ngoyo seperti apapun kalo dasarnya segitu ya segitu aja…hehehe…intinya tetap usaha cuma harus sadar diri juga di akhirnya
*mohon ijin untuk dimasukkan ke sekadar terkait*
materi blognya keren, mas, suwun wis mampir nang omah ku
August 4th, 2006 at 2:20 pm
mas gambarnya kok kepotong yah ^_^
August 4th, 2006 at 5:10 pm
Jadi yg compulsif itu yg mana ? Yg berminat ? atau yg bertekad ?
August 4th, 2006 at 8:22 pm
perlu nih kalo saya ngelamar kerja..ntar saya “keep new” artikelnya di blogline hehe
August 4th, 2006 at 9:31 pm
Jadi kalo disimpulkan mungkin yang diperlukan adalah … motivasi yang menunjukkan bahwa orang ini siap untuk memberikan apapun bagi perusahaan, entah itu menghindar atau mengejar. Bener gitu nggak ya ?
August 5th, 2006 at 1:00 pm
Hedi:
Yang penting inget aja, spt kata Chinmi, “Jangan tentukan batasmu”
Aalinazar:
Yang compulsif adl yang bertekad; orang2 yang punya compelling goals; tujuan2 yang sifatnya bisa memaksa-diri agar itu dipenuhi.
Donald:
Bener gitu. Tapi ya itu, ngati2 ama karyawan yang cuma punya motivasi menghindar. Ibarat kodok yang dimasukin k panci air mendidih, yang dia lakukan hanya meloncat, entah meloncatnya ke arah mana, entah ke lantai atau malah ke nyala kompor.
Dengan kata lain, orang2 dengan motivasi menghindar -meskipun dia bisa proaktif- cenderung kurang punya arahan pencapaian yang efektif.
Btw, kok contohnya kodok ya?:mrgreen:
August 18th, 2006 at 1:33 pm
prinsipnya kerja yang bener, maksimal… masalah hasil serahkan semua pada Yang Maha Kuasa.. masalah uang… nyusul itu…