<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	>
<channel>
	<title>Comments on: Kelimpahan Finansial sebagai Kesuksesan</title>
	<atom:link href="http://bintangtauladan.com/2006/06/23/kelimpahan-finansial-sebagai-kesuksesan/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://bintangtauladan.com/2006/06/23/kelimpahan-finansial-sebagai-kesuksesan/</link>
	<description></description>
	<pubDate>Wed, 08 Sep 2010 02:49:48 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.5.1</generator>
		<item>
		<title>By: Eep</title>
		<link>http://bintangtauladan.com/2006/06/23/kelimpahan-finansial-sebagai-kesuksesan/#comment-127</link>
		<dc:creator>Eep</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 26 Jun 2006 09:02:40 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">https://bintangtauladan.wordpress.com/2006/06/23/kelimpahan-finansial-sebagai-kesuksesan/#comment-127</guid>
		<description>uang hanya sebagai alat untuk mencapai kebahagiaan.., titik tolak kebahagiaan justru terletak hanya pada pola pikir dan sikap kita saja. memang, dengan banyak uang/financial, akan ada lebih banyak keinginan yang dapat kita penuhi. tetapi, kalau keinginan itu lebih banyak bersifat duniawiah.., ya ga akan ada puasnya, seperti meminum air laut, makin banyak diminum makin haus..

memiliki banyak uang disertai sikap rasa syukur, rendah hati dan berjiwa sosial., tentunya jauh lebih dibanding miskin dan kerjaan tiap hari cuma mengeluh, ngdumel dan menyalahkan situasi..</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>uang hanya sebagai alat untuk mencapai kebahagiaan.., titik tolak kebahagiaan justru terletak hanya pada pola pikir dan sikap kita saja. memang, dengan banyak uang/financial, akan ada lebih banyak keinginan yang dapat kita penuhi. tetapi, kalau keinginan itu lebih banyak bersifat duniawiah.., ya ga akan ada puasnya, seperti meminum air laut, makin banyak diminum makin haus..</p>
<p>memiliki banyak uang disertai sikap rasa syukur, rendah hati dan berjiwa sosial., tentunya jauh lebih dibanding miskin dan kerjaan tiap hari cuma mengeluh, ngdumel dan menyalahkan situasi..</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
