<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	>
<channel>
	<title>Comments on: Nggak Enaknya Jadi Orang yg Dibenci</title>
	<atom:link href="http://bintangtauladan.com/2006/06/09/jadi-orang-yg-nggak-disukai-tu-susah/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://bintangtauladan.com/2006/06/09/jadi-orang-yg-nggak-disukai-tu-susah/</link>
	<description></description>
	<pubDate>Thu, 09 Sep 2010 11:34:15 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.5.1</generator>
		<item>
		<title>By: Gemilang di Minggu Pertama Kerja &#171; Bintang Tauladan !</title>
		<link>http://bintangtauladan.com/2006/06/09/jadi-orang-yg-nggak-disukai-tu-susah/#comment-89</link>
		<dc:creator>Gemilang di Minggu Pertama Kerja &#171; Bintang Tauladan !</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 30 Aug 2006 13:16:00 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">https://bintangtauladan.wordpress.com/2006/06/09/jadi-orang-yg-nggak-disukai-tu-susah/#comment-89</guid>
		<description>[...] Selanjutnya yang penting adalah membangun reputasi dan pertemanan, minimal biar gak dinilai buruk deh. Jangan nggosip atau terlibat dalam gosipan, jangan mengeluhkan tentang bos, supervisor, rekan kerja atau tempat kerja yang lama, dan jadikan kedatangan ke kantor kayak waktu interview dulu; tepat waktu. [...]</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>[...] Selanjutnya yang penting adalah membangun reputasi dan pertemanan, minimal biar gak dinilai buruk deh. Jangan nggosip atau terlibat dalam gosipan, jangan mengeluhkan tentang bos, supervisor, rekan kerja atau tempat kerja yang lama, dan jadikan kedatangan ke kantor kayak waktu interview dulu; tepat waktu. [...]</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Bintang Tauladan ! &#187; Blog Archive &#187; Membuat Diri Dihargai Mahal</title>
		<link>http://bintangtauladan.com/2006/06/09/jadi-orang-yg-nggak-disukai-tu-susah/#comment-88</link>
		<dc:creator>Bintang Tauladan ! &#187; Blog Archive &#187; Membuat Diri Dihargai Mahal</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 16 Jun 2006 10:56:56 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">https://bintangtauladan.wordpress.com/2006/06/09/jadi-orang-yg-nggak-disukai-tu-susah/#comment-88</guid>
		<description>[...] Menjadi orang yang dibenci memang kudu dihindari. Kita butuh sesuatu dalam diri kita yang menjadikan orang memberi harga mahal. Membuat kita dicari2 dan dibelani. Bagaimana caranya? [...]</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>[...] Menjadi orang yang dibenci memang kudu dihindari. Kita butuh sesuatu dalam diri kita yang menjadikan orang memberi harga mahal. Membuat kita dicari2 dan dibelani. Bagaimana caranya? [...]</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Guntar</title>
		<link>http://bintangtauladan.com/2006/06/09/jadi-orang-yg-nggak-disukai-tu-susah/#comment-87</link>
		<dc:creator>Guntar</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 12 Jun 2006 02:55:12 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">https://bintangtauladan.wordpress.com/2006/06/09/jadi-orang-yg-nggak-disukai-tu-susah/#comment-87</guid>
		<description>Resume &#38; post yg bagus sekali, Haikal. Makasih :-).

Perihal penting dari relasi memang bukanlah sekedar menjadikan diri kita diingat, tapi atas perihal apa kita diingat. Sepertinya saya ndak akan ngajak temen utk bisnis ktk yg saya ingat ttg dia hny krn dia lucu &#38; talkative. Saya perlu liat kompetensi dan value yg bisa dia berikan. Jadi dalam bangun relasi, bukan skdr kenal dan guyonan, tapi lebih krn reputasi atas dasar kompetensi atau mentalitas.

Dan kemudian, ndak cukup menjadikan diri kita banyak kenal orang, tapi yg tak kalah penting adl menjadikan banyak orang mengenal kita; diri, kompetensi dan akhlak kita. Dari sinilah peluang bisnis bisa dateng. Saya sendiri pernah kok tiba2 ditawari jadi manajer HRD oleh orang yg "tidak saya kenal". Word of mouth gimana2 emg ampuh. Itulah kenapa kita kudu konsisten bawakan diri secara benar dan prestatif.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Resume &amp; post yg bagus sekali, Haikal. Makasih :-).</p>
<p>Perihal penting dari relasi memang bukanlah sekedar menjadikan diri kita diingat, tapi atas perihal apa kita diingat. Sepertinya saya ndak akan ngajak temen utk bisnis ktk yg saya ingat ttg dia hny krn dia lucu &amp; talkative. Saya perlu liat kompetensi dan value yg bisa dia berikan. Jadi dalam bangun relasi, bukan skdr kenal dan guyonan, tapi lebih krn reputasi atas dasar kompetensi atau mentalitas.</p>
<p>Dan kemudian, ndak cukup menjadikan diri kita banyak kenal orang, tapi yg tak kalah penting adl menjadikan banyak orang mengenal kita; diri, kompetensi dan akhlak kita. Dari sinilah peluang bisnis bisa dateng. Saya sendiri pernah kok tiba2 ditawari jadi manajer HRD oleh orang yg &#8220;tidak saya kenal&#8221;. Word of mouth gimana2 emg ampuh. Itulah kenapa kita kudu konsisten bawakan diri secara benar dan prestatif.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: haikal00</title>
		<link>http://bintangtauladan.com/2006/06/09/jadi-orang-yg-nggak-disukai-tu-susah/#comment-86</link>
		<dc:creator>haikal00</dc:creator>
		<pubDate>Sat, 10 Jun 2006 10:42:44 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">https://bintangtauladan.wordpress.com/2006/06/09/jadi-orang-yg-nggak-disukai-tu-susah/#comment-86</guid>
		<description>Assalamu'alaikum..

mas guntar, numpang coret2 ya.. :D

bicara tentang relasi, ga lepas dari pergaulan.. btw bbrp bulan yg lalu (waktu memang berjalan sangat cepat bagi saya, terutama klo sering lembur :P) saya menemukan buku yg (menurut saya sangat) bagus membahas ttg pergaulan. judulnya "Gaul: Meraih Lebih Banyak Kesempatan" ditulis oleh Eileen Rachman, Petrina Omar. Harga resmi 55rb perak.

http://www.gramedia.com/buku_detail.asp?id=EGeO0550&#38;kat=3

spesial, karena ditulis oleh pakar HRD dari EXPERD. layoutnya juga menarik dengan kertas lux berwarna.
penting, karena bisa mendongkrak karir anda (katanya sih begitu..). apalagi buat tipe introvert kaya' saya ini, senengnya di 'background' aja.

saya sendiri ga punya bukunya, sempat punya sih, tapi sudah saya hibahkan ke seseorang.

duh, kok jadi promosi gini ya..???
sekarang ke isinya nih..

beberapa poin yg (masih teringat, dan) sangat berkesan dari buku ini adalah:
- bahwa luasnya pergaulan tidak mutlak diukur dari jumlah teman yg mengerubutin anda ketika anda berada di sekitar mereka. tetapi yg lebih esensial adalah berapa jumlah teman yg memiliki hubungan baik dengan anda, ada take and give, dan rasa saling menghargai di sana. jadi, orang yg pergaulannya luas tidak harus "rame"/cari perhatian ditengah teman2.. yg lebih penting adalah kita terbuka untuk mengadakan hubungan baik dengan orang lain.

- sangat logis... jika anda ingin diingat orang lain, maka buatlah diri anda bermanfaat bagi mereka. harus ada alasan yg jelas mengapa nomor hp anda perlu disimpan di hp teman anda, misalnya dari kompetensi yg anda miliki sesuai profesi anda, atau karena wawasan anda yg luas, atau karena kesesuaian hobi.. (yg lainnya lupa .. :P )

- ingin menguji network yg anda miliki sekarang? coba hitung kira2 berapa orang teman anda yg mengenal anda di luar konteks anda dengannya. atau uji berapa orang yg langsung mengenal suara anda ditelepon sebelum anda memperkenalkan diri.(sebenarnya ada bbrp lagi, tapi ya itu.. lupa mas :P)


wassalamu'alaikum..</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Assalamu&#8217;alaikum..</p>
<p>mas guntar, numpang coret2 ya.. <img src='http://bintangtauladan.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /><br />
bicara tentang relasi, ga lepas dari pergaulan.. btw bbrp bulan yg lalu (waktu memang berjalan sangat cepat bagi saya, terutama klo sering lembur :P) saya menemukan buku yg (menurut saya sangat) bagus membahas ttg pergaulan. judulnya &#8220;Gaul: Meraih Lebih Banyak Kesempatan&#8221; ditulis oleh Eileen Rachman, Petrina Omar. Harga resmi 55rb perak.</p>
<p><a href="http://www.gramedia.com/buku_detail.asp?id=EGeO0550&amp;kat=3" rel="nofollow">http://www.gramedia.com/buku_detail.asp?id=EGeO0550&amp;kat=3</a></p>
<p>spesial, karena ditulis oleh pakar HRD dari EXPERD. layoutnya juga menarik dengan kertas lux berwarna.<br />
penting, karena bisa mendongkrak karir anda (katanya sih begitu..). apalagi buat tipe introvert kaya&#8217; saya ini, senengnya di &#8216;background&#8217; aja.</p>
<p>saya sendiri ga punya bukunya, sempat punya sih, tapi sudah saya hibahkan ke seseorang.</p>
<p>duh, kok jadi promosi gini ya..???<br />
sekarang ke isinya nih..</p>
<p>beberapa poin yg (masih teringat, dan) sangat berkesan dari buku ini adalah:<br />
- bahwa luasnya pergaulan tidak mutlak diukur dari jumlah teman yg mengerubutin anda ketika anda berada di sekitar mereka. tetapi yg lebih esensial adalah berapa jumlah teman yg memiliki hubungan baik dengan anda, ada take and give, dan rasa saling menghargai di sana. jadi, orang yg pergaulannya luas tidak harus &#8220;rame&#8221;/cari perhatian ditengah teman2.. yg lebih penting adalah kita terbuka untuk mengadakan hubungan baik dengan orang lain.</p>
<p>- sangat logis&#8230; jika anda ingin diingat orang lain, maka buatlah diri anda bermanfaat bagi mereka. harus ada alasan yg jelas mengapa nomor hp anda perlu disimpan di hp teman anda, misalnya dari kompetensi yg anda miliki sesuai profesi anda, atau karena wawasan anda yg luas, atau karena kesesuaian hobi.. (yg lainnya lupa .. <img src='http://bintangtauladan.com/wp-includes/images/smilies/icon_razz.gif' alt=':P' class='wp-smiley' /> )</p>
<p>- ingin menguji network yg anda miliki sekarang? coba hitung kira2 berapa orang teman anda yg mengenal anda di luar konteks anda dengannya. atau uji berapa orang yg langsung mengenal suara anda ditelepon sebelum anda memperkenalkan diri.(sebenarnya ada bbrp lagi, tapi ya itu.. lupa mas :P)</p>
<p>wassalamu&#8217;alaikum..</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
