Posted by admin on 18th May 2006
You know what, a genius has a special way of seeing things - all at once, all together, and all the way to the core. He/she is able to create the essence from split and isolated parts of the whole. And he/she is able to understand the essence without having all the information.
But how? By eliminating the unnecessary and selecting the necessary features, aspects, and characteristics. It’s easy for me to say :p
Posted in Wawasan | No Comments »
Posted by admin on 18th May 2006
Di sekolah konvensional, kita diberi tugas dan dilatih untuk menurutinya, serta terkondisikan untuk menuruti aturan dari penugasan itu. Ktk gagal pecahkan masalah, maka reaksi umumnya adalah posisi blame-it-on-the-teacher. “Lha nggak diajari e”. Dan kebanyakan orang ambil sikap “Yang salah tu orang lain - bukan aku. Ujianku jelek; salah guruku ndak ngajari dengan bener. Ada masalah di keluargaku; salah bapak, ibu, dan saudara2ku ndak ngajak aku ngobrol. Klo interview yang aku ikuti jelek ndak keruan, itu salah interviewernya yang nanya2 pertanyaan2 tolol”
Klo kita ambil sikap semacam itu, maka tentunya kita menempatkan orang lain dlm posisi in-control atas kehidupan kita. Kita layaknya boneka, dan yang mengendalikan mereka. Wis, soro. Kok kayak2nya orang lain bisa berbuat apapun yang mereka mau terhadap diri kita. Kita salahkan orang lain alih2 ambil tanggung jawab dan ambil tindakan.
Posted in Hikmah | No Comments »